SOROT 508

Tragedi Danau Toba

Warga menabur bunga di lokasi kecelakaan kapal Danau Toba, Sumatera Utara
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Jika dibandingkan dengan kaldera produk letusan dahsyat gunung api di Indonesia seperti kaldera Rinjani, Tambora sampai Krakatau, kaldera Toba jauh mengalahkan kaldera tersebut. 

img_title BTN dan Pemkab Samosir Teken MoU Kembangkan Pariwisata, UMKM, dan Layanan Publik di Danau Toba

Ma'rufin menulis, andaikata kaldera raksasa Toba ditempatkan di Pulau Jawa bagian tengah, maka ia akan membentang mulai dari Gunung Slamet di barat hingga Gunung Sumbing-Sindoro di timur.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tumor Batak

img_title Purbaya Alokasikan Rp 200 Juta untuk Dana Riset Produksi Ikan di Danau Toba, Ini Tujuannya

Van Bemmelen menduga, di masa lalu wilayah Danau Toba merupakan gundukan raksasa atau gunung raksasa yang bernama Gunung Toba. Dia lah yang memopulerkan gundukan besar itu dengan istilah Tumor Batak. Dalam sejarahnya, kaldera Toba yang kemudian menjadi Danau Toba yang kita lihat saat ini, tak terlahir dari satu letusan saja. 

Dalam catatan seperti yang dituliskan Ma’rufin,, setidaknya ada empat letusan Gunung Toba yang terjadi dalam kurun 1,2 juta tahun lalu. Masing-masing letusan Gunung Toba berkontribusi membentuk kaldera hingga seluas Danau Toba yang dilabeli sebagai kaldera terbesar di dunia. 

img_title Kaldera Toba Kembali dapat Kartu Hijau UNESCO, Gubernur Bobby Nasution Ajak Terus Jaga Bersama

Letusan pertama yakni Letusan Haranggaol yang terjadi kira-kira 1,2 juta tahun lalu. Letusan ini memuntahkan material letusan 35 kilometer kubik. Letusan pertama ini menghasilkan kaldera kecil, yang saat ini menempati titik di utara Danau Toba. 

Letusan Toba Tua terjadi pada 840 ribu tahun lalu dengan volume material letusan 2.300 kilometer kubik. Letusan ini terjadi di sisi tenggara-selatan wilayah Danau Toba saat ini.  Kemudian Letusan Toba Pertengahan terjadi 501 ribu tahun lalu. Letusan ini kecil, dengan volume material letusan cuma 60 kilometer kubik atau tiga kali muntahan dari Letusan Krakatau yang terjadi 1883. 

Pada 74 ribu tahun lalu, terjadi Letusan Toba Muda. Letusan ini merupakan yang paling dahsyat. Sebab memuntahkan setidaknya 2.800 kilometer kubik material letusan. 

lustrasi letusan Gunung Toba

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi letusan Gunung Toba. (Bradshaw Foundation)

Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Anugerah Nontji, dalam Danau-danau Alami Nusantara menuliskan, dengan banyaknya material yang dimuntahkan dari kantong magma pada letusan 74 ribu tahun lalu, puncak Gunung Toba kemudian runtuh dan membentuk danau kawah. Dalam catatan lain, letusan lebih kecil terjadi kemudian pada 30 ribu tahun lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut