SOROT 508

Tragedi Danau Toba

Warga menabur bunga di lokasi kecelakaan kapal Danau Toba, Sumatera Utara
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Sedangkan Ma'rufin menuliskan, 800 kilometer kubik material yang dimuntahkan Letusan Toba Muda sisanya berupa debu vulkanis halus yang membumbung tinggi pada ketinggian 70 kilometer. Sebagain debu vulkanik tertiup angin ke barat menyelimuti area seluas lebih dari 4 juta kilometer persegi, yang meliputi India, Semenanjung Malaysia, Teluk Benggala, Samudera Hindia bagian utara, Laut Arab dan Semenanjung Arabia. Ma'rufin menuliskan, ketebalan endapan debu vulkanik mencapai rata-rata 10 cm. 

img_title Banjir Bandang Danau Toba Prapat, 18 Rumah Rusak dan 277 Terdampak

Sisa debu lainnya terbawa sirkulasi angin di lapisan stratosfer hingga menyebar ke seluruh penjuru dunia. Debu vulkanik itu sampai di stratosfer dan bertahan hingga bertahun-tahun sebelum jatuh ke permukaan Bumi dan menciptakan musim dingin vulkanik yang bertahan sekitar 1000 tahun usai Letusan Toba Muda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Musim dingin vulkanik berdampak signifikan pada kehidupan. Bumi seisinya masuk ke dalam zaman es Wurm utama, padahal kala itu Bumi baru keluar dari zaman es Wurm awal 20 ribu tahun sebelumnya. Zaman es Wurm terjadi sekitar 50 ribu tahun kemudian dan berakhir sekitar 20 ribu tahun lalu. Musim dingin ini membuat intensitas cahaya Matahari berkurang 1 persen dari normalnya, sehingga mayoritas tumbuhan tak bisa berfotosintesis dan lama-lama mati. 

img_title Banjir Bandang hingga Longsor, Kawasan Objek Wisata Danau Toba Ditutup Sementara

Rantai makanan terdampak juga, mayoritas binatang kelaparan dan mati, populasi hewan merosot tajam. Manusia kuno kala itu juga merasakan dahsyatnya Letusan Toba Muda, 60 persen dari populasi manusia kala itu tewas menyisakan sekitar 15 ribu populasi yang berjuang bertahan hidup.

Misteri Danau Purba

img_title KAMMI Nilai Danau Toba Bisa jadi Destinasi Ikonik Unggulan dalam Agenda Mahasiswa Asing

Danau Toba masih membuat penasaran orang sampai kini, termasuk saat KM Sinar Bangun tenggelam pada beberapa pekan lalu. Salah satu yang menjadi perhatian publik adalah kenapa tiap kali ada kapal tenggelam, bangkai kapal beserta korban penumpangnya langsung hilang tak bisa ditemukan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kasus tenggelamnya KM Sinar Bangun, tim Basarnas dan tim gabungan telah berhasil mendeteksi titik bangkai KM Sinar Bangun pada titik kedalaman 450 meter di bawah permukaan Danau Toba, dekat dengan Dermaga Tigaras.

Titik bangkai KM Sinar Bangun setidaknya 10 kali lebih dalam dibandingkan dengan titik jatuh kapal feri Sewol Korea Selatan yang tenggelam di laut pada April 2014 lalu. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut