- ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Kemiringan lapisan-lapisan endapan di blok Uluan pun berlawanan dengan Pulau Samosir, yakni miring ke timur. Sebagai akibat dari pengangkatan Pulau Samosir dan blok Uluan maka lantai kaldera di antara keduanya berubah menjadi lembah sangat curam yang tetap tergenang air. Kini lembah itu dikenal sebagai Selat Latung.
Ma'rufin menuliskan, lantai kaldera bukan tak hanya membentuk Pulau Samosir dan blok Uluan. Magma segar yang mengisi kantung magma Toba juga keluar ke permukaan Bumi, dan membentuk Gunung Pusukbukit di tepi kaldera sisi barat, dan membentuk Gunung Tandukbenua di tepi sebelah utara. Sedangkan di tepi sebelah selatan, terisinya magma kantung raksasa Toba membentuk kubah lava Pardepur yang terdiri dari empat kubah lava.Â
![]()
Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba. (https://ureport.in/)
Ma'rufin mengatakan, kaldera Toba dengan kedalaman 2 kilometer tersebut ditimbun oleh 1000 kilometer kubik material vulkanik lainnya, bagian dari 2.300 kilometer kubik muntahan ledakan dahsyat. Timbunan 1000 kilometer kunik material itu merupakan bagian material yang tak bisa membumbung ke udara. Kembalinya material vulkanik ke dasar kaldera Toba mengubah menjadi ignimbrit yang diperkirakan ketebalannya mencapai 600 meter. 1.000 kilometer kubik material lainnya meluncur deras sebagai awan panas mengalir ke barat dan timur.Â
Awan panas Toba ini menyebar luas dari Pantai Selat Malaka di timur hingga pesisir Samudera Hindia di barat. Walau sudah menjauh dari kaldera, suhu awan panas makin tinggi. Dampaknya daratan Sumatera bagian utara segersang Bulan. Endapan awan panas Toba ini tersingkap sebagai ignimbrit di area seluas 20 ribu kilometer persegi, ketebalannya rata-rata 50 meter. Kalau dirinci ketebalan ignimbrot bervariasi tergantung jauh atau dekatnya dengan Gunung Toba. Di Tepi Gunung Toba, ketebalan ignimbrit mencapai 400 meter.
Dampak Letusan Toba Muda juga dahsyat sampai keluar. Nontji menuliskan, dampaknya lainnya menyebabkan perubahan iklim global signifikan sampai menyebabkan Bumi terseret dalam Zaman Es.
Nontji menuliskan, debu ketebalan debu letusan Gunung Toba mengendap di India mencapai 15 cm, di Malaysia ketebalannya sampai 9 cm. Bertahun-tahun, Bumi diselimuti debu dan berdampak pada perubahan iklim global signifikan. Suhu Bumi turun kurang lebih 3,5 derajat.Â