- ANTARA FOTO/ Reno Esnir
Direktur Eksekutif Voxpol Centre Pangi Syarwi Chaniago menyarankan agar partai baru memiliki diferensiasi yang kuat untuk membuat mereka makin dikenal publik dan bisa bertahan. "Partai baru ini belum teruji. Tentu mereka harus mempersiapkan diri dan bekerja keras lagi untuk mendapatkan simpati agar masyarakat memilih mereka. Tentu saja butuh diferensiasi yang membedakan partai tersebut dengan partai lain. Karena ini partai baru, mesin kaderisasinya memang belum berjalan sempurna dibanding partai tua yang mesin partainya berjalan lebih bagus," ujarnya.
Menurut Pangi, popularitas saja tak cukup karena parpol juga butuh amunisi, personal branding yang bagus, target yang realistis, termasuk bagaimana parpol membangun isu yang memberi dampak positif bagi mereka. Ia menunjuk PDI Perjuangan dan Golkar sebagai partai yang sudah kuat memposisikan diri. Kedua partai tersebut, menurut Pangi, tak pernah bicara antikorupsi, namun lebih memilih bicara soal membangun Indonesia.
"Bahwa partai baru lebih bersih itu iya, tapi sering kali setelah berkuasa, mereka akhirnya korupsi juga," ujarnya.
Pangi menyarankan agar partai baru tak perlu memiliki program yang mengawang-awang, tapi cukup program yang dimengerti masyarakat. Karena buat masyarakat, mereka hanya melihat hal sederhana, bahwa mereka memilih berdasarkan keuntungan yang bisa mereka dapatkan. Jika sebuah partai baru mampu menjawab itu, maka partai tersebut memiliki kesempatan untuk bertahan. Jika tidak, maka publik akan meninggalkannya.
Dengan tingkat kepercayaan publik negeri ini yang demikian rendah pada parpol, jelas parpol baru butuh upaya lebih keras lagi untuk merebut hati pemilih dan kemudian memenangkan kontestasi. (mus)
Baca Juga