SOROT 512

Dilema PKS dan PAN

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (kiri)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Sebelumnya, Suhud sempat melemparkan opsi bahwa PKS siap abstain di Pilpres 2019 jika rekomendasi Majelis Syuro mereka tak digubris Gerindra. Belakangan, Suhud meralat ucapannya. Ia mengatakan bahwa itu adalah pendapatnya pribadi, bukan pendapat partai.

img_title Softbank Batal Investasi di IKN, Fraksi PKS: Jangan Perbesar APBN

"Kami kira saat ini koalisi masih cair. Masih ada kemungkinan untuk berubah. Kami akan berjuang mendapatkan opsi terbaik. Tentang sikap resmi PKS akan ditentukan di Sidang Majelis Syuro PKS," ujarnya. Tapi Suhud menegaskan, hingga saat ini PKS tidak membuka opsi bergabung ke Jokowi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wasekjen PKS juga memastikan, selain menjalankan amanah Majelis Syuro, pihaknya juga menjunjung tinggi rekomendasi dari hasil Ijtima Ulama. Pekan lalu, pertemuan sejumlah ulama merekomendasikan paket capres-cawapres. Nama untuk capres hanya Prabowo Subianto, sedangkan untuk cawapres ada nama Salim Segaf Al Jufri, Ketua Majelis Syuro PKS dan pendakwah Ustad Abdul Somad.

img_title PKS Anggap Logo Halal yang Baru Justru Kontraproduktif

Segendang sepenarian dengan PKS, Partai Amanat Nasional juga cenderung menolak bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi. Sekjen PAN Edi Suparno tak secara tegas menolak bergabung dengan Jokowi. Ia mengatakan sampai saat ini opsi apa pun masih terbuka.

Ia menekankan, bagi PAN yang terpenting adalah PAN bisa memilih presiden yang mewakili aspirasi PAN dan bisa menang. PAN juga menargetkan untuk memantapkan eksistensi partainya di parlemen agar semakin kuat. "Jadi kan kita bicara Pileg dan Pilpres, jangan sampai kita mendukung presiden, kemudian presiden kalah, mudah mudahan enggak, dan kemudian kursi PAN diparlemen merosot," ujarnya.  

img_title Dicopot dari Wakil Ketua DPRD DKI, Begini Kata Abdurrahman Suhaimi

Edi dengan yakin mengatakan, kalau diberi kesempatan memilih, ia akan pilih parlemen. Karena hakikat eksistensi partai adalah kehadiran di parlemen. Semakin besar kursi sudah pasti akan berdampak positif yang lebih besar dan bisa diberikan pada konstituennya.

Poros Sendiri

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat ditanya kemungkinan membikin poros sendiri, Suhud memastikan, saat ini PKS masih menunggu keputusan Prabowo tentang cawapres yang akan ia pilih. "Setelah itu akan kami bicarakan lagi di Majelis Syuro," ujarnya.

Sedangkan Wasekjen PKS Abdul Halim mengajak bersabar dan menunggu proses. "Nanti teman-teman akan tahu ujung ceritanya, kebersamaan PKS dan Gerindra sudah teruji," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut