SOROT 512

Dilema PKS dan PAN

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bertemu dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (kiri)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Sementara bagi PAN, meski masih berharap Ketua Umum Zulkifli Hasan yang akan terpilih menjadi pendamping Prabowo, namun PAN masih membuka opsi untuk dialog agar ada konsensus. Wasekjen PAN Edi Suparno mengatakan PAN menganut konsep open minded.

img_title PKS: Pemerintah Harus Tindak Mafia Minyak Goreng, Jangan Lama-lama

"Jadi pikiran harus terbuka saat duduk bersama, meja kosong. Dalam artian jangan bawa apa apa, wapres dari gue ya, logistik elo, nah itu jangan. Jadi mari kita gelar semua opsi yang ada. Kita diskusikan bersama-sama. Kalau dari awal sudah mengatakan saya punya prasyarat mutlak ini, itu, kalau engga saya balik kanan. Ya, kita akan sulit cari konsensus. Apalagi ini konsensusnya kolektif akan sulit semua mengiyakan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (kanan)

img_title Reshuffle Kabinet Dikabarkan Akhir Maret, PAN Dapat Menteri dan Wamen

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (kanan) di Jakarta. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Walaupun tak menutup kemungkinan adanya koalisi baru, namun Edi memastikan kemungkinan bertahan dalam koalisi dengan Gerindra tetap terbuka. Syaratnya adalah ideologi bangunan koalisi masih tegak, dan masih memiliki cara pandang yang sama, juga misi yang diemban juga masih sama.

img_title Warga Rebutan Migor, PKS: Ibarat Pepatah Tikus Mati di Lumbung Padi

"Apalagi misi yg diemban untuk kepentingan lebih besar lagi, misal kita tujuannya dari pemerintahan untuk memperkecil jurang kesenjangan, kedaulatan negara diatas segalanya, evaluasi kontrak kontra karya yang merugikan, tentu akan kita pertahankan karena itu jadi daya tarik bagi kita untuk memperjuangkannya," ujar Edi menegaskan.

Sabtu, 4 Agustus 2018, pendaftaran capres dan cawapres Pemilu 2019 mulai dibuka di Kantor Komisi Pemilihan Umum. Batas terakhir pendaftaran adalah tanggal 10 Agustus 2018. Selama tujuh hari ke depan masih banyak kemungkinan bisa terjadi, dan dalam politik apa pun bisa terjadi. Pertarungan politik menuju RI 1 tentu jadi makin menarik, dan sengit. (ren)

Presiden Jokowi Bersama Sejumlah Menteri di Tempat Kemah Titik Nol IKN

Softbank Batal Investasi di IKN, Fraksi PKS: Jangan Perbesar APBN

Anggota Komisi V dari fraksi PKS meminta pemerintah untuk mengkaji serius dampak penarikan investasi di IKN tersebut. Jangan perbesar pemakaian APBN.

img_title
VIVA.co.id
15 Maret 2022
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut