- Dokumentasi Lion air.
"Saya juga minta ke Setjen dan Ditjen untuk selalu menyampaikan perkembangan. Tindakan pertama kali yang dilakukan adalah melakukan investigasi, pemeriksaan terhadap pesawat udara, yang dilakukan oleh Inspektur Kelaikan dan Pengoperasian Kapal Udara yaitu bandar udara. Akan dilakukan rampcheck secara mendalam mencakup indikasi problem, sesuai aspek prosedur dan kelaikan," ujarnya.Â
Selanjutnya Kemenhub akan melakukan pemeriksaan khusus terhadap pesawat Boeing 737 Max 8. Sebab, Lion Air memiliki 11 pesawat dan Garuda memiliki 1 pesawat jenis ini. "Dirjen Kelaikan dan Pengoperasian Kapal Udara sudah menyampaikan surat kepada Lion dan Garuda untuk melakukan pemeriksaan. Pemeriksaan yang dilakukan terkait problem dan trouble shoot. Sejauh ini tidak ada komponen terpasang yang melewati batas umur, dan tidak ditemukan gangguan teknis," ujar Budi Karya Sumadi.Â
Komite Nasional Keselamatan Transportasi mengatakan, menyelidiki kecelakaan pesawat perlu melihat banyak aspek. Sebab, tak selamanya kecelakaan pesawat disebabkan oleh perawatan yang tidak baik. Bisa juga dari manajemen, dari trainingnya, dari pabrik dan desainnya, juga dari pengoperasiannya.
"Jadi kita harus selidiki semuanya," ujar Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko, saat jumpa pers dengan wartawan, di Jakarta, 2 November 2018.Â
Jatuhnya pesawat Lion Air ke lautan menjadi semacam lonceng hidup yang perlu dibunyikan untuk mengingatkan seluruh maskapai. Lepasnya Indonesia dari jerat FAA, ICAO dan Safely List Uni Eropa tak menjadi jaminan penerbangan Indonesia akan terus aman. Tapi juga bukan berarti jadi tak aman. Tentu sangat tak lucu jika izin terbang di Eropa dan Amerika kembali dicabut hanya dalam hitungan bulan. Bagaimanapun, harga nyawa manusia tak semurah tiket promo. Tak hanya pihak maskapai, tapi pemerintah Indonesia juga perlu menjamin transportasi umum yang mampu memenuhi rasa aman bagi warganya. (hd)
Baca Juga
Dari Pecah Ban hingga Tenggelam di Lautan
Menelisik Cara Kerja Pilot dan Kru