SOROT 529

Kanker Sepakbola Indonesia

Para pemain Timnas Indonesia usai kalah dari Thailand di ajang Piala AFF 2018
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – "Wartawan harus baiiiik, wartawan harus baiiiik. Ooooooo.... ooooooo.... oooooo...." Kencang sekali nyanyian itu terdengar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu 25 November 2018 lalu.

img_title Jadwal dan Daftar Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 yang Diprediksi Dipanggil John Herdman

Nyanyian tersebut didengungkan suporter yang kala itu mendukung Timnas Indonesia berlaga melawan Filipina di laga pamungkas penyisihan Grup B Piala AFF 2018. Bukan karena kesal dengan wartawan, tapi suporter menyanyikannya karena menyindir seseorang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, jadi sosok yang disindir suporter. Edy jadi target rundungan suporter karena pernyataan kontroversialnya.

img_title 4 Pemain Keturunan yang Bisa Jadi Tambahan Kekuatan Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia 2027

"Wartawannya harus baik, maka Timnas akan baik," begitu kata Edy menanggapi pertanyaan wartawan soal tidak lolosnya Timnas ke semifinal Piala AFF.

Jawaban yang tak nyambung sama sekali. Sebab, wartawan hanya punya fungsi kontrol terhadap sebuah organisasi atau pemerintah.

img_title Terpopuler: Mathew Baker jadi Bidikan Nova Arianto, Kabar Buruk Persib Bandung Jelang Lawan Persija

Adapun kritik yang diberikan adalah sebagai proses perbaikan dalam sistem sebuah organisasi, termasuk PSSI, atau pemerintah.

Otoritas penuh, ada di PSSI. Artinya, dalam kasus Timnas, sepenuhnya tanggung jawab PSSI. Sebab, mereka lah yang melakukan pembinaan dan menjalankan roda organisasi.

Jadi, wajar jika suporter ‘menyemprot’ PSSI atas kegagalan Timnas di Piala AFF.

Berbagai kritik dilancarkan suporter, lewat berbagai sektor. Mulai dari media sosial dengan tagar #EdyOut sampai tulisan di spanduk dan nyanyian menyindir.

"Kami mau PSSI berbenah. Digantinya Luis Milla Aspas, terbukti jadi masalah," kata Yanto, salah satu suporter Timnas asal Pekalongan yang menonton langsung laga melawan Filipina.

Pun dengan Agus, suporter Timnas yang berdandan nyentrik di laga lawan Filipina. Agus meminta agar PSSI sadar dan melakukan pembenahan di berbagai lini.

"Ke depannya, harus lebih baik. Kami, suporter, butuh prestasi. Dalam keadaan apa pun, Timnas kami dukung. Mereka tak boleh berjuang sendirian," terang Agus.

Suporter yang loyal. Ini adalah aset berharga Indonesia. Bahkan, pelatih kenamaan asal Belanda yang pernah menangani Timnas, Wiel Coerver, sempat terkagum-kagum dengan loyalitas suporter Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Belum pernah saya melihat suporter yang begitu loyal terhadap tim nasionalnya seperti ini," ujar Coerver dikutip Tempo edisi 1975.

Suporter Timnas Indonesia di Piala AFF 2018 Lawan Timor Leste

Sebenarnya Banyak Modal

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut