Etnis Tionghoa, Menanti di Pinggiran

Suasana ibadah warga Tionghoa di Klenteng Tjen Lin Kong atau Poncowinatan
Suasana ibadah warga Tionghoa di Klenteng Tjen Lin Kong atau Poncowinatan
Sumber :
  • VIVA.co.id/Daru Waskita

VIVA – Jalan Suryakencana mulai memerah. Dari kejauhan, lampion gantung berwarna merah yang dipasang di depan beberapa toko dan rumah bergoyang-goyang tertiup angin. Mencuri perhatian siapa saja yang sedang melintas di salah satu jalan utama di Kota Bogor yang selalu ramai itu.

Tak hanya bertabur lampion warna merah, Jalan Suryakencana juga banyak terdapat kue keranjang beragam ukuran dengan kemasan daun pisang hingga kotak bermotif. Juga aneka manisan buah dan permen, kue kering, lembaran angpau hingga lilin berwarna merah dari ukuran mungil hingga setinggi 80cm tersedia. Aroma Imlek, atau perayaan tahun baru bagi etnis Tionghoa, yang jatuh pada 5 Februari 2019 kali ini sudah begitu kuat.  Kawasan di jantung Kota Bogor itu memang terkenal sebagai China Town atau Pecinan.

Lokasi Jalan Suryakencana persis berhadapan dengan pintu masuk utama Kebun Raya Bogor. Jalan ini adalah jalan satu arah yang jika ditelusuri bisa tembus menuju Tajur dan Batu Tulis. Di jalan ini juga ada pasar tradisional, pasar Bogor. Pasarnya luas, dan hidup nyaris sepanjang hari. Tengah malam hingga subuh adalah pasar pemasok buah dan sayuran. Lepas subuh hingga sore hari giliran pedagang eceran.

Jika disusuri, di kiri kanan jalan dipenuhi toko dengan aneka barang dagangan. Ada toko pakaian, perabot rumah tangga, swalayan, toko alat tulis, kosmetik dan parfum, furniture, hingga penjual makanan khas bogor seperti soto kuning, toge goreng, talas kukus, soto mie, hingga kue basah tradisional. Beberapa toko dan warung makan yang ada di sana telah berjualan sejak tahun 1960an.

Vihara Dhanagun (Ayatullah Humaeni | Bogor)

Vihara Dhanagun di Bogor

Di pintu masuk utama jalan Suryakencana berdiri kokoh sebuah kelenteng bernama Hok Tek Bio. Kelenteng ini dibangun sejak tahun 1872, atau sejak sekitar dua abad lalu. Warga Tionghoa membangun kelenteng ini untuk kepentingan ibadah mereka.