- Dok. Istimewa
![]()
Layanan pembayaran digital Sakuku
Kompleksitas keamanan sistem uang elektronik ini juga bisa dilihat dari perangkat atau smartphone pengguna. Bila ponsel yang dipakai pengguna terjangkit malware, maka berisik mengambil alih aplikasi pembayaran elektronik.
Pratama menuturkan, soal keamanan ini jangan dianggap enteng. Sebab dengan kemajuan teknologi, penjahat elektronik bisa mencuri data kartu kredit dan e-money dalam jarak beberapa meter.
Problem fraud atau penipuan juga harus diantisipasi. Pratama mengatakan, jangan dilihat nominal kecil uang elektronik yang dicuri oleh penjahat elektronik atau peretas. Â
"Bayangkan saja ada 10.000 orang kehilangan Rp1 juta dalam aplikasi mereka, ini tentu berbahaya," ujar Pratama.
Dengan demikian, aspek keamanan uang elektronik harus menyeluruh yakni sistem, server, pengembang aplikasi serta perangkat yang digunakan.
Selain masalah keamanan, David menekankan dampak dari popularitas transaksi uang elektronik yang berpotensi ‘mengganggu’ bisnis perbankan.
Makan menurutnya sudah ideal penggunaan uang elektronik perlu rambu-rambu alias pembatasan. David mengatakan, prinsip pembatasan harus bisa menguntungkan pemangku kepentingan, konsumen, masyarakat dan ekonomi secara keseluruhan.
Tren ke Depan
Dengan perkembangan dan dinamika teknologi, David meyakini model transaksi uang elektronik akan berkembang terus ke depan. Dia membandingkan di luar negeri tren transaksi uang elektronik sudah sampai melibatkan teknologi biometrik dari pengenalan wajah sampai sidik jari.
Beberapa sektor industri di Swiss, kata David, sudah menggunakan teknologi biometrik meliputi finger print sampai face recognition. Sedangkan di beberapa negara Skandinavia, malah sudah menggunakan chip uang elektronik untuk sistem transportasi mereka.
Menurut David, rupa model transaksi uang elektronik itu hanyalah bagian kecil dari perkembangan sistem pembayaran tersebut.
Melihat sejarah perkembangan sistem pembayaran di masa lalu, David mengatakan, mengikuti perkembangan teknologi yang dinamis, transaksi uang elektronik bakal lebih cepat dan melibatkan teknologi biometrik.
Penyedia jasa sistem pembayaran uang elektronik juga akan berevolusi. Dengan demikian nanti kompetisi transaksi uang bukan cuma terjadi di perbankan tapi juga sampai pada antarpenyelenggara uang elektronik.
Soal kemajuan uang elektronik, David tak ragu menyebutkan keberhasilan China. Dia mengatakan, tren uang elektronik di Negeri Tirai Bambu ini sudah melibatkan kode QR lewat smartphone untuk transaksi pembayaran. Kemajuan uang elektronik di Negeri Tembok Raksasa itu, menurut David, salah satunya terdorong dengan sistem pemerintahan negara komando.