SOROT 546

Mengembalikan Pamor Kopi Klasik

Kegiatan petani memetik biji kopi di hutan di Bandung, Jawa Barat
Sumber :
  • VIVA/Purna Karyanto

Beberapa kopi Jawa Barat yang jadi andalan dan sering dicari, dijelaskan Suradi, adalah Gunung Puntang, Gunung Halu, Papandayan, Garut, dan lainnya.

img_title Donat Cold Fermentation 24 Jam Jadi Daya Tarik Baru, Seperti Apa Cita Rasanya?

Rasanya beragam pula. Seperti kopi Gunung Halu, yang memiliki aroma macam pisang. Belum lagi, kopi Gunung Puntang yang punya keunikan tersendiri dalam rasa buah dan tingkat pahitnya yang cukup kuat, disertai keasaman menengah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di toko saya, ada 21 jenis kopi Jawa Barat. Jumlahnya bisa terus bertambah karena banyak varian yang memang enak rasanya,” ujar Suradi.

img_title Tak Cuma Dubai Chewy Cookie, Ini Tren Pastry Kekinian yang Bisa Dijadikan Teman Minum Kopi

Namun, pasokan kopi Jawa Barat tak semuanya konsisten. Suradi menyatakan, ada kopi Jawa Barat yang timbul dan tenggelam.

“Masalahnya cuma itu. Padahal, fans kopi Jawa Barat banyak juga. Cara mereka dalam melepas produknya juga kadang ada yang tak cermat," katanya. 

img_title Sering Dilakukan Pria, Kebiasaan Ini Diam-diam Bisa Bikin Tekanan Darah Naik

"Sekali lepas, habis, stoknya tak ada lagi. Maka dari itu ada yang muncul dan hilang dalam sekejap,” kata pria yang juga memiliki kebun kopi di Garut tersebut.

Rekonstruksi Kebanggaan

“A Cup of Java” julukan ini begitu lekat kala kopi Jawa Barat pertama kali beredar di kawasan Eropa. Para penikmat kopi dari Benua Biru di masa kolonial, begitu mengagumi kekayaan cita rasanya.

Jadi pionir dalam industri kopi di Indonesia, Jawa Barat justru menurun pamornya usai masa kemerdekaan. Pamor kopi mereka malah kalah dari Aceh Gayo, Mandheling, Sidikalang, Flores, dan Toraja.

Lima kopi tersebut sejatinya muncul setelah kopi Jawa Barat berkibar. Bahkan, bibitnya dikirim dari Jawa Barat. Tapi, malah kelimanya berhasil merebut hati publik internasional lebih dulu.

Kenapa? Cukup rumit alasannya, bagai mengurai benang kusut. Kondisi internal dan eksternal punya peran dalam jatuh bangunnya kopi Jawa Barat.

Mulai dari adanya kebijakan pemerintah yang tak konsisten, hingga keterbatasan pengetahuan petani dalam pengolahan lahan, demi pemenuhan kebutuhan ekonomi mereka secara pribadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang berupaya mencoba meningkatkan kembali pamor kopi Jawa Barat. Dari mana? Mula-mula ya harus promosi," ujar Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Bicara kopi, Ridwan Kamil, menjelaskan, Jawa Barat sebenarnya perintis. Tapi, kemudian meredup. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut