- VIVA/Purna Karyanto
Sebab, ini menjadi faktor pendukung pula dalam urusan permodalan. Sudah ada skema perkebunan sosial dengan memanfaatkan lahan Perhutani.
Hanya saja, modal besar dalam urusan penyediaan alat dan fasilitas pasca panen menjadi PR lain.
Di Gunung Sangar, kondisi itu memang benar-benar terjadi. Keterbatasan fasilitas seperti green house, mesin roasting, dan lainnya, membuat para petani lewat LMDH dan pemerintah desa harus berjuang untuk mendapatkan bantuan dari pihak luar.
“Maka dari itu upaya dari pemerintah adalah mendorong petani kecil untuk berkelompok, dibina, serta didukung supaya menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih tinggi," kata Yuyun.
Selain itu, ia diberi motivasi untuk menjual produk hasil perkebunan tidak ke tengkulak, melainkan ke koperasi atau gabungan kelompoknya, dan secara online,” terang Yayan.
Mengembalikan kebanggaan kopi Jawa Barat nyatanya memang rumit. Namun, dengan didasari kerja sama dan adanya saling pengertian, bukan tak mungkin kopi Jawa Barat kembali menjadi raja. Kenapa? Modal mereka sudah ada, lantaran sejarahnya memang begitu kaya. (art)