SOROT 546

Mengembalikan Pamor Kopi Klasik

Kegiatan petani memetik biji kopi di hutan di Bandung, Jawa Barat
Sumber :
  • VIVA/Purna Karyanto

Komoditas Menjanjikan

img_title Plt Kepala KUA Pulau Beringin Dibunuh, Dipicu Parkir Mobil Sembarangan dan Lindas Biji Kopi Warga

Tren coffee shop kini menjamur di Indonesia. Bukan cuma di kota-kota besar. Beberapa daerah juga terjangkit demam coffee shop.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Raksasa macam Starbucks, Tanamera, dan lainnya, kini harus bersaing dengan kedai-kedai yang punya brand sendiri. Dari fenomena ini, terbukti, tak cuma aroma kopi yang harum. Potensi bisnisnya juga sangat menggiurkan.

img_title Sering Ngantuk Setelah Minum Kopi? Ternyata Penyebabnya Bukan Sekadar Kurang Tidur

Pengakuan Suradi, 200 kilogram kopi bisa dijualnya dalam sehari. Variannya pun berbeda-beda.

Dan, pembelinya tak cuma dari dalam negeri. Turis mancanegara juga kerap datang ke Dunia Kopi Pasar Santa demi berburu kopi Indonesia.

img_title Banyak yang Salah, Ini Waktu Terbaik Minum Kopi agar Badan Lebih Segar dan Fokus

“Ada dari Jepang, Korea Selatan, Rusia, Jerman, Prancis, Turki, dan lainnya. Kebanyakan dari mereka mau kopi Indonesia. Kaget juga, saat tahu saya jual kopi mancanegara," katanya. 

Geliat Kios Dunia Kopi di Pasar Santa Jakarta

Karyawan menakar biji kopi pilihan berkualitas pesanan pengunjung asal Rusia di kios Dunia Kopi Pasar Santa, Jakarta. (VIVA/Dhana Kencana)

"Tak menyangka, karena tokonya di pasar. Tapi, kopi mancanegara hanya variasi. Tetap, andalannya kopi Indonesia. Kenapa? Ini kebanggaan Indonesia, milik kita,” tegas Suradi.

Sebagai pelaku, Uu juga merasakan hal yang sama. Banyak permintaan yang datang dari luar negeri terhadap Kopi Leuweung Gunung Sangar. 

Namun, permasalahannya adalah belum adanya fasilitas pengiriman mumpuni yang mampu mengakomodasi kebutuhan dari negara lain.

“Formal, kami belum melakukan ekspor. Tapi, kalau kirim secara non formal ada juga. Pernah, kopi kami dikirim ke Belanda, dan lainnya. Ongkos kirim justru lebih mahal ketimbang harga kopinya, hahahahaha,” ujar Uu.

Kopi terlaris, menurut Suradi, saat ini bersifat relatif. Meninjau tren yang ada, kopi Jawa Barat sedang jadi buruan utama.

“Gayo, Mandheling, Sidikalang, yang dari Sumatera, banyak dicari. Tapi, Jawa Barat juga. Proporsinya sebenarnya sama," kata Suradi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Misalnya, dia melanjutkan, dari total penjualan 200 kilogram per hari, 25 persen kopi Sumatera yang terjual. "Kopi Jawa Barat juga jumlah penjualannya sama,” tuturnya.

Rasa yang kaya dan unik menjadi alasan utama mengapa kopi Jawa Barat banyak dicari. Pun, kopi Jawa Barat merupakan klasik dan pionir di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut