Prabowo Tak Punya Skenario Kalah

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan orasi politik saat kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 7 April 2019.
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan orasi politik saat kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 7 April 2019.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

VIVA – Politikus muda berkacamata dengan tatanan rambut klimis itu menebarkan senyumnya dari kejauhan kala melihat puluhan jurnalis berancang-ancang mengadangnya. Dia memang memiliki janji untuk menyampaikan sesuatu yang penting kepada wartawan hari itu. Rabu pagi menjelang siang pekan lalu, si politikus belia menepati janjinya.

Mengenakan setelan jas biru dongker dan kemeja biru terang tapi tanpa dasi, Sugiono sendirian menghadapi kilatan-kilatan lampu kamera para fotografer di satu ruang pertemuan di Hotel Dharmawangsa, Jakarta. Sebagai Direktur Kampanye Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dia memang dianggap orang paling tepat untuk menyampaikan kabar urgent itu.

Sugiono mula-mula mengingatkan, tujuh hari sudah masa kampanye dilalui sang kandidat presiden dan wakil presiden jagoannya; tersisa tujuh hari lagi menuju hari pemungutan suara. Prabowo maupun Sandiaga, katanya, sudah melakoni separuh rangkaian tur politik itu di sedikitnya empat belas provinsi se-Indonesia.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengklaim, di hampir semua tempat yang didatangi Prabowo maupun Sandiaga, sambutan masyarakat begitu luar biasa. Masyarakat, katanya, datang berbondong-bondong tanpa dikerahkan oleh siapa pun, dengan biaya sendiri, dan bahkan di beberapa tempat mereka malah menyumbang untuk biaya kampanye. Baginya, itu ialah isyarat terang bahwa rakyat menginginkan perubahan dalam pemerintahan.

Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan orasi politiknya di hadapan pendukung dan simpatisan yang memadati pelataran Benteng Kuto Besak Palembang pada Kampanye akbar, di Palembang, Sumsel

Kampanye Prabowo di Palembang

Seraya memeriksa catatannya dalam beberapa lembar kertas di tangannya, Sugiono dengan meyakinkan menyebut angka mendekati mutlak bagi kemenangan Prabowo-Sandiaga. "... dalam posisi 62 persen lawan 32 persen incumbent." Sayangnya dia menolak merinci angka itu dengan alasan bahwa hasil survei itu hanya untuk konsumsi internal Badan Pemenangan Nasional (BPN).