SOROT 550

Tumbal Pemilu Serentak

sorot kpps meninggal dunia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Sigit Laksono Ketua PPK Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, mengakui Pemilu saat ini sangat melelahkan buat petugas KPPS. "Sejak awal sebelum hari H, petugas sudah bekerja.  Dengan metode lima pemilihan secara serentak ini menyita tenaga, pikiran," ujarnya.

img_title Belajar dari Pemilu 2019, Moeldoko Inisiasi Program Layanan Kesehatan Petugas Pemilu 2024

Sigit menjelaskan, bagaimana proses penghitungan satu kotak suara bisa membutuhkan waktu hingga tiga jam. Sementara, publik tak hanya menjalankan satu proses pemilihan. Tapi total ada lima pemilihan. Pemilihan Presiden, DPRD Kota, DPRD Provinsi, DPR RI, dan DPD. Lima kotak suara itu harus dihitung satu per satu. Jika satu kotak suara membutuhkan waktu paling cepat tiga jam, maka lima kotak suara membutuhkan waktu hingga 15 jam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Petugas KPPS melakukan penghitungan suara Pilpres di TPS 002 Selong, Kebayoran Baru, Jakarta

img_title Koalisi Damai: Hate Speech Jelang Pemilu Dilakukan Kelompok Berkepentingan

Penghitungan suara oleh petugas KPPS

Jika proses pemilihan dimulai pukul tujuh pagi, maka seluruh proses akan selesai sekitar pukul 10 atau 11 malam. Itu jika dilakukan non stop dan tanpa hambatan, tapi petugas harus berhenti sejenak untuk istirahat makan, salat, dan ke kamar kecil. Belum jika ada penghitungan yang tak sinkron, atau saksi yang belum jelas. Maka proses akan semakin panjang dan memakan waktu lebih lama. Itu sebabnya, banyak TPS yang baru selesai melakukan proses penghitungan hingga merekapnya menjelang subuh. Bahkan setelah matahari terbit.

img_title Berkaca Pemilu 2019, KPU Siap Buka Ulang Kotak Suara Bila Ada Komplain Hasil Hitungan

"Sekarang bayangkan kalau penghitungan pemilihan presiden memakan waktu berapa? DPD, Legislatif Kota Provinsi Pusat, yang kira-kira tiga jam persatu kali hitung. Belum kemudian menyalinnya. Kebayangkan? Belum dipotong waktu salat, makan. Belum lagi angin malam memang ada yang mempertimbangkan angin malam?" ujar Sigit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dua kakak beradik, Ahmad Fadhillah Udayana dan Akmal Maulana Udayana, yang bertugas sebagai saksi di dua TPS di Kebon Pedes, kota Bogor, juga mengakui tugas KPPS sangat berat. Sebagai saksi, Fadhil dan Akmal hanya menyaksikan proses penghitungan dan membubuhkan tanda tangan. Tapi mereka mengaku mengikuti proses sejak awal, mulai dari pemilihan hingga penghitungan suara selesai.

"Di TPS saya selesai jam tiga pagi, semua baru rampung," ujar Fadhil. Akmal tak jauh beda. Ia mengaku jam tiga pagi baru bisa pulang ke rumah. Setelah semua petugas memastikan proses sudah selesai.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut