SOROT 572

Reformasi Belum Tuntas

Aksi Mahasiswa Tolak RKUHP di Depan DPR MPR
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

“Ini akumulasi dari mahasiswa. Keresahan muncul. Sehingga tanggal 24 puncak dari kekesalan mahasiwa yang tidak terakomodir pemerintah,” ujar Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia ini.

img_title KPK Sita Dokumen Penitipan Calon Mahasiswa Unsoed, Rumah 3 Wakil Rektor Digeledah

Menurut dia, pada tanggal 24 aksi unjuk rasa melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa dari seluruh Indonesia. “Yang terdata 70 kampus. Tapi sebetulnya lebih dari itu.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bergerak Serentak

img_title Wakapolri Ajak Kampus dan Mahasiswa Ikut Wujudkan Polri Semakin Baik

Aksi unjuk rasa yang digelar ribuan mahasiswa dari berbagai kota ini dilakukan secara serentak. Juga mengusung isu yang sama. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung Sigit Egi Dwi Tama mengatakan, aksi bisa dilakukan secara serentak karena sebelumnya sudah ada komunikasi yang masif antarmahasiswa di berbagai daerah. Ia mengaku, aksi demonstrasi sudah disiapkan sejak DPR mengesahkan revisi UU KPK.

“Koordinasi dan komunikasi antarkampus dari kemarin terus dilakukan,” ujarnya kepada VIVAnews, Kamis, 26 September 2019.

img_title Modal Bukan Satu-satunya, 5 Kemampuan Keuangan Ini Wajib Dikuasai Sebelum Buka Usaha

Hal itu diamini Agung Tri Putra. Awalnya tidak ada komunikasi dan koordinasi dengan mahasiswa dan elemen lain. Namun sejak deklarasi yang dilakukan di FISIP Universitas Airlangga, konsolidasi dan komunikasi dengan elemen lain terus dilakukan. "Kami koordinasi ke kampus-kampus, kebetulan Unair anggota BEMSI (BEM Seluruh Indonesia), kita koordinasinya ke BEMSI Surabaya Raya. Kalau UINSA (gabung) di BEM Nusantara," ujarnya.

Sementara menurut Humas Aliansi Rakyat untuk Demokrasi, Muhammad Ridwan, aksi serentak di sejumlah daerah memiliki hubungan antarlembaga mahasiswa. Sebab, mahasiswa yakin, bila semua elemen turun dan bersatu melawan pemerintah dan DPR bakal menjadi kekuatan yang besar untuk menekan penguasa.

"Kita di masing-masing daerah melakukan koordinasi agar bisa serentak menyuarakan isu dan tuntutan. Sehingga kekuatannya akan lebih besar dan kemungkinan pressure kepada pemerintah akan lebih besar juga. Karena kita tahu jika kita gerak terkotak-kotak maka pressure-nya akan lemah apalagi ini isu nasional," ujar Ridwan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sultan Nadir mengaku, sebelum turun ke jalan, pihaknya berkoordinasi dengan mahasiswa dari kampus lain, termasuk dengan para presiden mahasiswa. 

“Lintas daerah juga. Kita juga pernah melakukan pertemuan, duduk bersama menyamakan persepsi bersama karena kita ingin memastikan bahwa gerakan ini benar-benar bisa berjalan on the track,” ujarnya kepada VIVAnews, Jumat 27 September 2019.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut