- VIVA/M Ali Wafa
Hendri Satrio menambahkan, gerakan mahasiswa kali ini bisa besar karena isu yang diusung. Menurut dia, isunya sangat mudah dipahami untuk kalangan mahasiswa. Karena isu utamanya adalah penolakan terhadap revisi UU KPK. Mereka turut merasakan bahwa KPK ini dilemahkan, ada usaha-usaha untuk melanggengkan kegiatan-kegiatan korupsi.
“Nah, karena isu itu mudah dipahami kalangan mahasiswa, maka mudah juga menyebar sampai ke daerah-daerah, karena anti korupsi ini menjadi semacam flash shoot perjuangan rakyat untuk membersihkan negeri ini dari korupsi,” ujarnya.
Senada dengan Savic, Satrio juga sangsi gerakan kali ini akan berujung pada reformasi. Pasalnya, isu yang diusung banyak dan trigger-nya adalah UU KPK.
Dan hari pun beranjak sore. Sekitar jam 16.30, aksi demonstrasi disudahi dan massa mulai meninggalkan lokasi. Ribuan orang yang semula berjejal dan memadati pertigaan Kolombo mulai berkurang. Ada yang kembali ke kampus atau mampir ke warung untuk makan dan ada yang memilih pulang. Menjelang magrib, lautan manusia yang sebelumnya memadati jalan bersejarah ini tak tampak lagi. Akankah Gejayan Memanggil lagi? (umi)