SOROT 577

Kuldesak PSSI

Logo PSSI
Sumber :
  • Twitter/@PSSI

Joko Driyono

img_title Andre Rosiade Buka Peluang Masuk PSSI 2027: Siap Jadi Wakil Ketum jika Erick Thohir Lanjut

Kursi PSSI 1 kosong lagi. Sementara, Iwan Budianto yang didapuk menjadi Plt Ketua Umum. Hingga, Kongres pemilihan digelar pada Sabtu 2 November 2019

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari dinamika  yang terjadi, terlihat jelas bagaimana tidak stabilnya PSSI dalam sembilan tahun terakhir. Kondisi internal kacau. Tak tercapai stabilitas organisasi yang mendukung adanya pemantapan program pengembangan sepakbola.

img_title Pelatih Singapura Menari-nari di Atas Kegagalan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Semua, hanya berfokus pada satu tujuan saja. Menguasai PSSI!

Tak sepatutnya ini terjadi. Perebutan kekuasaan di sepakbola hanya akan menjadi hambatan bagi proses pembinaan di sepakbola.

img_title Alasan Kongres Pemilihan Ketua Umum PSSI Diundur hingga Juli 2027

"Ada singgungan yang kencang antara sepakbola dan politik. Organisasi PSSI jadi tak stabil. Sulit dengan kondisi tersebut untuk membangun sepakbola," kata pengamat sepakbola nasional, Tommy Welly.

Dari gejolak yang terjadi sejak 2010, sudah empat kali PSSI berganti pemimpin. Catatan, itu di luar Plt yang disebutkan, macam Joko dan Iwan. Sembilan tahun, empat Ketua Umum, luar biasa bukan?

Padahal, dalam statuta disebutkan, masa bakti seorang Ketua Umum mencapai empat tahun. Jadi, seharusnya baru ada tiga Ketua Umum di PSSI sampai sekarang. Namun, ini sudah ganti sampai empat kali, dan menuju lima.

PSSI terlalu sering ganti ketua umum. Sedangkan prestasi sepakbola Indonesia bak alami jalan buntu. Kuldesak.

Tapi, di sisi lain, fenomena ini membuktikan, PSSI memang seksi. Seperti seorang wanita yang jadi bahan rebutan.

"Normal, ini olahraga nomor satu di Indonesia. Jadi, banyaknya orang yang mau duduk di sana. Tapi, apakah calon Ketua Umum nanti punya kapabilitas?" ujar Towel (sapaan akrab Tommy Welly).

Senada dengan Towel, Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo, menyatakan posisi di PSSI 1 memang begitu strategis.

CV sejumlah pihak akan semakin cantik jika di dalamnya tercantum status "Ketua Umum PSSI" dalam periode tertentu. Dengan status tersebut, kredibilitas sejumlah pihak bisa terangkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Daya jual mereka juga akan meningkat dan membantu dalam upaya menduduki kursi tertentu di ranah politik dan lainnya.

"Saya kira memang cukup seksi untuk diperebutkan. PSSI, PBSI, atau organisasi keolahragaan macam KONI, dan lainnya, memang cukup seksi diperebutkan. Ada beberapa alasan. Pengabdian, eksistensi, dan lainnya. Jika memimpin PSSI, maka orang itu bisa terus eksis. Tapi, bisa juga soal ekonomi atau pendapatan. Saya tak tahu persis gaji pengurus PSSI, tapi paling tidak itu bisa jadi alasannya," ujar Karyono.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut