- Twitter/@PSSI
"Artinya, memimpin sebuah organisasi juga mempertimbangkan aspek rekam jejak atau pengalaman. Ini jadi penunjang dalam membuahkan hasil bagus untuk menduduki posisi menteri, atau lainnya," lanjut dia.
Sementara itu, salah satu calon Ketua Umum PSSI, Farry Francis, menyatakan potensi sepakbola di Indonesia memang begitu besar. Sebab, menurut Francis, sepakbola sudah jadi kultur di Indonesia.
"Dari kampung ke kampung, yang dibicarakan sering kali tentang sepakbola. Potensinya luar biasa. Suporter Indonesia juga begitu militan. Masyarakat bisa hilang bebannya dengan sepakbola. Dan, memang sepakbola olahraga rakyat," kata Francis.
Hanya saja, Francis menolak jika semua pihak berebut kursi PSSI 1 dengan membawa motif politik. Dia percaya, masih ada orang yang ikhlas dalam mengurus sepakbola nasional.
Pun, jika ada orang yang mau mengurus PSSI dan memiliki muatan politik, namun kapabilitasnya bisa dipertanggungjawabkan, tak ada salahnya menurut dia.
"Seperti Pak Edy, siapa yang ragukan komitmennya di PSSI? Bahwa kemudian, dalam perjalanannya dia maju sebagai Gubernur Sumatera Utara, itu karena fokusnya tak mau terbelah. Memang, orang yang duduk di kursi Ketua Umum PSSI, harus fokus. Seperti saya, yang sudah tak lagi jadi anggota DPR RI," terang Francis.
Mencari Ketua yang Bersih
![]()
Kongres Pemilihan yang digelar hari ini, dipastikan akan berlangsung semarak. Sebab, banyak calon yang bersaing demi memperebutkan jabatan PSSI 1. Ada sekitar 11 calon yang ikut berkompetisi.
Dalam sembilan tahun terakhir, ini mencatatkan rekor sebagai kontestan terbanyak dalam Kongres Pemilihan.
Tentu, ini jadi PR tersendiri bagi voters. Mereka harus memilih calon pemimpin yang tepat.
Arti tepat begitu luas. Sebab, keinginan dari voters tentunya berbeda-beda.
Pastinya mereka ingin segala macam aspirasinya diloloskan. Sulit kalau hal macam ini dituruti. Karena, masing-masing calon Ketum punya keterbatasan.
Namun, setidaknya harus ada satu hal yang dimiliki oleh calon Ketum, yakni ketulusan dalam membangun sepakbola nasional.
"Sepakbola ini nantinya akan jadi citra dari Indonesia. Kredibilitas negara akan terlihat dari sana. Banyak tantangan yang dihadapi Ketum baru nantinya. Sebab, ada Piala Dunia U-20 2021 dan lainnya," kata mantan pemain Timnas Indonesia era Primavera, Supriyono.