Wacana Prematur Pilkada Asimetris

Pilkada Kabupatan Puncak, Papua
Pilkada Kabupatan Puncak, Papua
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Wajah Tito Karnavian mengerut. Menteri Dalam Negeri itu lalu menatap tajam kepada wartawan yang bertanya. Dengan suara tegas Tito lalu berkata, “Saya tak pernah bilang saya tak setuju pilkada langsung. Wartawan jangan salah kutip."

Seolah belum puas, mantan Kepala Kepolisian RI itu kembali meneruskan ucapannya. "Saya tidak pernah sekali pun mengatakan bahwa evaluasi akan kembali kepada pilkada DPRD. Tidak pernah sekalipun saya menyatakan tidak setuju pilkada langsung. Tapi yang ditulis macam-macam, Tito tidak demokratis, kemudian Tito ingin kembali ke pilkada DPRD. Kapan saya mengatakan itu? Saya ingin klarifikasi itu," ujarnya.

Menteri Dalam Negeri Tito KarnavianMenteri Dalam Negeri, Tito Karnavian

Meski membantah dan menyatakan ucapannya dikutip secara salah, Tito mengakui bahwa ia memang menyampaikan adanya dampak negatif dari pilkada dan pemilu langsung. Di antaranya adalah kuatnya potensi konflik. Ia menceritakan saat menjadi Kapolda Papua, konflik antardaerah kerap terjadi.

Korban luka mencapai ratusan, dan puluhan meninggal dunia. Pilkada sempat tertunda hingga dua tahun karena butuh negosiasi terus menerus. Sebagai mantan Kapolda, Tito mengaku bisa merasakan, konflik tajam yang terjadi sering kali karena politik terkait pilkada.

Selain potensi konflik yang tinggi, Tito juga menyampaikan pilkada langsung juga menghabiskan biaya sangat banyak, dan itu menjadi beban negara. Pengeluaran negara untuk pilpres mencapai triliunan, belum lagi pengeluaran APBD untuk pilkada. "Pemilihan langsung melibatkan mobilisasi masyarakat, dan itu membutuhkan biaya, logistik, pengawas penyelenggara, dan semuanya melibatkan jutaan orang," ujar Tito kepada VIVAnews.

Tak hanya negara yang mengeluarkan biaya, para calon kepala daerah yang berlaga juga keluarkan biaya. Untuk saksi, kampanye, dan lain lain, juga dengan nominal yang tidak sedikit. Memang, menurut Tito, masih ada calon kepala daerah yang tak mengeluarkan biaya besar, tapi jumlah mereka tak banyak. Dan ia mengaku menaruh hormat pada mereka yang mampu bertarung tanpa harus mengeluarkan biaya besar.