SOROT 584

Gurihnya Dinasti Politik

Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, berorasi di hadapan para pendukungnya usai mendaftar sebagai bakal calon wali kota Solo di kantor PDIP Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 12 Desember 2019.
Sumber :
  • VIVAnews/Dwi Royanto

VIVAnews – Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming, akhirnya resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wali Kota Solo untuk Pilkada 2020. Sebelum mendaftarkan diri, Gibran mendatangi kediaman eyang putrinya, Sudjiatmi Notomihardjo, di kawasan Kampung Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta. Ia datang meminta restu.

img_title Polemik Pilkada 2024: Diwarnai Calon Tunggal, Mantan Napi, hingga Politik Dinasti

Hari berikutnya, Kamis, 12 Desember 2019, putra pertama Presiden Jokowi ini berangkat menuju kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Didampingi sekitar 1.000 pendukungnya, Gibran menyampaikan permohonan agar diberi restu dan mendapat dukungan dari warga Solo.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya mohon doa restu dan dukungan agar saya diberikan kekuatan dan kelancaran dalam melaksanakan pendaftaran sebagai bakal calon wali kota melalui DPD PDIP Jateng," ujar Gibran kepada awak media.

img_title Survei LPI di Cagub Kaltim: 50,3% Masyarakat Menolak Memilih Dinasti Politik

Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka di kantor DPD PDIP Jateng

Di Medan, Bobby Nasution, menantu Presiden Jokowi, juga mendaftarkan diri ke DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara untuk maju dalam pemilihan Wali Kota Medan. Bobby mengaku sangat siap, dan Presiden Jokowi juga tak mempersoalkan pilihannya. Menurut Bobby, mertuanya itu tak pernah mempersoalkan pilihan anak dan menantunya. Jokowi membebaskan, apakah anak atau menantunya ingin jadi PNS, profesional, pengusaha, atau politisi.

img_title Menurut Penelitian, Wilayah yang Dikuasai Dinasti Politik Identik dengan Kemiskinan

"Kalau masalah restu, Pak Jokowi terserah saja. Jadi memang tidak pernah menekan," ujarnya.

Kepada wartawan, Jokowi juga meminta agar memberitakan dengan cermat. Ia meminta wartawan bertanya langsung ke anak-anaknya, karena itu adalah keputusan mereka. Jokowi juga memastikan, Pilkada adalah kompetisi, yang bisa menang, juga bisa kalah. Jadi rakyat yang akan memilih siapa yang mereka kehendaki.

Siapapun punya hak pilih dan dipilih. Ya kalau rakyat enggak memilih gimana? Ini kompetisi, bukan penunjukan. Beda. Tolong dibedakan," ujar Jokowi.

Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moeldoko juga mengatakan tak ada yang bisa menghalangi hak politik seseorang selama tidak melanggar ketentuan undang-undang. Ia memastikan Istana tak akan ikut campur dalam proses tersebut, meski ada anak dan menantu presiden yang ikut dalam kontestasi pilkada.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantu Jokowi, Bobby Afif Nasution daftar untuk maju Pilkada Kota MedanBobby Nasution mendaftar sebagai bakal calon di Pilkada Medan

Bobby dan Gibran mengaku berangkat dengan semangat yang sama. Keduanya mengatakan ingin membangun kota tempat tinggal mereka agar bertambah maju dan menyejahterakan warganya. Tapi, pendapat yang tak setuju mengatakan, apa yang dilakukan Gibran dan Bobby, dan sikap Jokowi yang tak menahan keduanya jadi terasa sebagai sebuah upaya untuk membangun dinasti politik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut