- he-socialite.blogspot.com
VIVAnews - Majalah bisnis terkemuka, Forbes, merilis 40 daftar orang terkaya 2012. Total kekayaan para taipan di Tanah Air itu diperkirakan mencapai US$88,6 miliar atau Rp841,7 triliun (kurs Rp9.500).
Dibandingkan tahun lalu, total kekayaan mereka naik empat persen dari sebelumnya US$85,1 miliar. Kenaikan itu antara lain karena faktor pertumbuhan kelas menengah Indonesia yang fantastis.
Para pengusaha tersebut bergerak di sektor perbankan, perkebunan kelapa sawit, rokok, pertambangan, makanan ringan, properti, hingga media televisi.
Dari 40 nama tersebut, mencuat nama-nama baru, salah satunya Alexander Tedja, pemilik pusat perbelanjaan terbesar di Jawa Timur. Ia menempati posisi ke-36 dengan kekayaan US$790 juta atau Rp7,5 triliun. Alexander menggelembungkan pundi-pundinya dari megaproyek properti di Surabaya dan Jakarta melalui Pakuwon Group.
Beberapa proyek yang digarap perseroan, yang menjadi perusahaan publik melalui penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) tahun 1989, dengan nama PT Pakuwon Jati Tbk (kode saham PWON), itu antara lain, superblok Tunjungan City di Surabaya serta Gandaria City dan Kota Kasablanka di Jakarta.
Di Surabaya, siapa yang tak kenal dengan Alexander Tedja. Bermula ketika ia mendirikan perseroan pada 20 September 1982, dengan ia jeli melihat potensi sebidang tanah di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Di kemudian hari, tanah tersebut ternyata bisa memberikan manfaat dan mendatangkan nilai komersial yang tinggi.
Proyek Plaza Tunjungan I yang mulai beroperasi 1986 merupakan batu loncatan untuk menapaki jalan panjang perusahaannya menjadi salah satu pemain properti berskala nasional. Pria yang saat ini berusia 67 tahun itu kemudian mengembangkan Plaza Tunjungan II dan Menara Mandiri pada 1991, serta kawasan hunian Pakuwon City pada 1994. Berbagai proyek Pakuwon turut mewarnai pembangunan kota Surabaya.
Pada 1996, Pakuwon menyelesaikan pembangunan dan memulai operasi proyek komersial Plaza Tunjungan III, serta Sheraton Surabaya Hotel dan Tower. Pada saat yang bersamaan, Kondominium Regensi, juga resmi beroperasi. Sehingga tercapailah cita-cita bapak dari empat anak, hasil pernikahannya dengan Melinda, tersebut dalam mewujudkan proyek superblok Tunjungan City.
Superblok tersebut merupakan proyek yang pertama kali ada di Indonesia. Superblok Tunjungan City juga semakin lengkap dengan hadirnya Plaza Tunjungan IV, yang beroperasi pada 2002.