SOROT 309

Selamat dari Maut Kekeringan

Kekeringan Wonogiri Sorot
Sumber :
  • VIVAnews/Fajar Sodiq

Mereka masing-masing membawa dua jeriken air menggunakan pikulan dari kayu. Dengan langkah cepat, tanpa alas kaki, mereka membawa air dengan hati-hati. Memastikan air tak tumpah dan terbuang percuma di sepanjang jalan.

img_title Saat Bulutangkis Mempertemukan Olahraga, Teknologi dan Gaya Hidup

Seorang wanita tampak menjinjing jeriken dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya sibuk membetulkan posisi gendongan seorang anak balita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tanpa air bersih nasi jagung dan tiwul tak bisa direbus. Beras punel hasil buruh tani di sawah orang hanya akan memenuhi lumbung tanpa bisa dimasak.

img_title Komisi III DPR Persilakan Masyarakat Sampaikan Masukan Secara Tertulis Soal RUU Perampasan Aset

Ya, sebagian warga Dusun Blandit Timur Desa Wonorejo Kecamatan Singosari Kabupaten Malang Jawa Timur merupakan buruh tani. Sedangkan, sebagian lainnya adalah buruh lepas dan kuli bangunan.

Sudah puluhan tahun Dusun di lereng bukit itu kesulitan air. Meskipun dikelilingi sumber air yang tetap basah di musim kemarau, tanah di Dusun Blandit tak bisa mengeluarkan air.

img_title BIFS 2026 Berakhir, Batam Prime dan Garudayaksa Bangun Fondasi Baru Sepakbola Batam

Kusnan, warga RT 13 RW 5 Dusun Blandit Timur Desa Wonorejo Kecamatan Singosari, berbagi cerita soal desanya yang tengah dilanda kekeringan itu.

Puluhan tahun lalu, Kusnan kecil harus berjalan kaki hingga 2 km ke arah Utara, mengambil air di Sumber Tretes. Butuh sekitar dua jam untuk bisa sampai dan kembali dengan membawa dua kaleng air berkapasitas masing-masing 25 liter.

Tahun 1986 keadaan mulai membaik. Pemerintah saat itu menyalurkan air dari Sumber Tretes ke dalam tandon buatan untuk konsumsi seluruh warga Dusun Blandit.

Kusnan cukup berjalan 15 menit, meskipun harus antre dengan warga lain yang ingin memenuhi kaleng mereka. "Tandon umum, jadi pipanya tidak disalurkan ke rumah. Kalau ambil ya harus ke situ,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada tahun 2005, Pemerintah Kabupaten Malang kemudian membuat sumur bor di Dusun Banyol, Desa Wonorejo. Sumur itu disediakan untuk memenuhi kebutuhan air bagi warga Dusun Banyol dan Dusun Blandit. Jaraknya sekitar 1 km dan airnya tidak pernah kering.

Tak berselang lama, pada tahun 2010 warga pun menyalurkan pipa dari sumur bor sampai ke rumah masing-masing. Sebuah tandon berkapasitas ribuan liter dan jaringan pipa sepanjang 1 km memungkinkan air sampai dengan lancar ke kamar mandi setiap rumah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut