SOROT 309

Selamat dari Maut Kekeringan

Kekeringan Wonogiri Sorot
Sumber :
  • VIVAnews/Fajar Sodiq

Pengakuan yang sama juga diakui Tugiman, warga Wedungan, Gudangharjo, Paranggupito. Ia memanfaatkan air untuk kehidupan sehari-hari dari bak penampungan air bantuan pemerintah. Pasokan air untuk mengisi bak tersebut berasal dari dua sumber, yakni dari air hujan dan PDAM.

img_title Saat Bulutangkis Mempertemukan Olahraga, Teknologi dan Gaya Hidup

Pasokan air dari PDAM mengalir pada saat musim kemarau saja, mengingat hujan jarang turun selama musim itu. Sehingga talang air yang menghubungkan bak penampungan dengan atap genteng terlihat kering. Sedangkan saat ini

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tugiman memanfaatkan air pasokan dari PDAM yang dipompa dari sumber mata air di dekat Pantai Nampu.

img_title Komisi III DPR Persilakan Masyarakat Sampaikan Masukan Secara Tertulis Soal RUU Perampasan Aset

Air yang mengalir hanya setiap dua kali dalam sepekan itu selanjutnya ditampung di dalam bak penampungan air. Air di bak tersebut tidak hanya dipakai oleh keluarganya sendiri, namun juga dijual kepada warga sekitar yang membutuhkan air.

“Kalau sebagian tidak dijual nanti yang bayar tagihannya siapa. Harga air dari PDAM itu mencapai Rp12.000 per meter kubik,” kata Tugiman.

img_title BIFS 2026 Berakhir, Batam Prime dan Garudayaksa Bangun Fondasi Baru Sepakbola Batam

Kekeringan Malang Sorot

Para ibu dan remaja perempuan tampak berebut menempatkan jeriken di ujung terdekat dengan selang tangki air milik PMI. (Foto: VIVAnews/Dyah Pitaloka)

 

Kekeringan Merata 

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kecamatan Paranggupito, Sigit Yulianto menjelaskan, kekeringan yang melanda daerah Paranggupito terjadi secara merata. Bahkan, dari delapan desa yang berbatasan langsung dengan Pacitan, hampir semua mengalami kesulitan pasokan air selama musim kemarau ini.

Delapan desa itu adalah Paranggupito, Sonbledeg, Ketos, Johunut, Gendayakan, Gunturharjo, Gudangharjo dan Sambiharjo. Kesulitan air yang dialami warga di kecamatan tersebut telah terjadi sejak Juli lalu.

Pemerintah daerah memprioritaskan pelayanan dropping air bersih hanya pada warga miskin. Dropping dilakukan dua hingga tiga kali dalam sebulan. Sedangkan bagi yang mampu diharapkan bisa membeli tangki air sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sigit menjelaskan, satu tangki air bantuan dari pemerintah itu dipasok untuk memenuhi kebutuhan air bagi 14-20 KK. Air akan dipasok ke sebuah bak penampungan yang besar di titik-titik tertentu.

Jika tidak dari pemerintah daerah, dropping air bersih untuk kalangan warga miskin juga berasal dari lembaga non pemerintah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut