- VIVAnews/Fajar Sodiq
Pengakuan yang sama juga diakui Tugiman, warga Wedungan, Gudangharjo, Paranggupito. Ia memanfaatkan air untuk kehidupan sehari-hari dari bak penampungan air bantuan pemerintah. Pasokan air untuk mengisi bak tersebut berasal dari dua sumber, yakni dari air hujan dan PDAM.
Pasokan air dari PDAM mengalir pada saat musim kemarau saja, mengingat hujan jarang turun selama musim itu. Sehingga talang air yang menghubungkan bak penampungan dengan atap genteng terlihat kering. Sedangkan saat ini
Tugiman memanfaatkan air pasokan dari PDAM yang dipompa dari sumber mata air di dekat Pantai Nampu.
Air yang mengalir hanya setiap dua kali dalam sepekan itu selanjutnya ditampung di dalam bak penampungan air. Air di bak tersebut tidak hanya dipakai oleh keluarganya sendiri, namun juga dijual kepada warga sekitar yang membutuhkan air.
“Kalau sebagian tidak dijual nanti yang bayar tagihannya siapa. Harga air dari PDAM itu mencapai Rp12.000 per meter kubik,” kata Tugiman.
![]()
Para ibu dan remaja perempuan tampak berebut menempatkan jeriken di ujung terdekat dengan selang tangki air milik PMI. (Foto: VIVAnews/Dyah Pitaloka)
Kekeringan Merata
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kecamatan Paranggupito, Sigit Yulianto menjelaskan, kekeringan yang melanda daerah Paranggupito terjadi secara merata. Bahkan, dari delapan desa yang berbatasan langsung dengan Pacitan, hampir semua mengalami kesulitan pasokan air selama musim kemarau ini.
Delapan desa itu adalah Paranggupito, Sonbledeg, Ketos, Johunut, Gendayakan, Gunturharjo, Gudangharjo dan Sambiharjo. Kesulitan air yang dialami warga di kecamatan tersebut telah terjadi sejak Juli lalu.
Pemerintah daerah memprioritaskan pelayanan dropping air bersih hanya pada warga miskin. Dropping dilakukan dua hingga tiga kali dalam sebulan. Sedangkan bagi yang mampu diharapkan bisa membeli tangki air sendiri.
Sigit menjelaskan, satu tangki air bantuan dari pemerintah itu dipasok untuk memenuhi kebutuhan air bagi 14-20 KK. Air akan dipasok ke sebuah bak penampungan yang besar di titik-titik tertentu.
Jika tidak dari pemerintah daerah, dropping air bersih untuk kalangan warga miskin juga berasal dari lembaga non pemerintah.