- ANTARA FOTO/Udden Abdul
Jokowi bahkan mengganti mobil dinasnya dengan produk siswa SMK setempat. Ia yakin, Jokowi akan berpihak pada pengembangan mobil karya anak bangsa sendiri.
Namun, Fahri harus panjang sabar. Jokowi tak kunjung merealisasikan janjinya membangun mobil nasional karya bangsa sendiri.
Belakangan, alih-alih melirik kembali Esemka dan Arjuna, mantan gubernur DKI Jakarta ini malah menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL) dangan pabrikan mobil asal Malaysia, Proton.
![]()
Mobil Esemka saat dipamerkan di Solo Techno Park. Foto: VIVA.co.id/Fajar Sodiq
Â
Gandeng Proton
Nama PT ACL tiba-tiba menjadi buah bibir. Perusahaan milik mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono ini ramai dibicarakan usai meneken MoU dengan produsen mobil asal Malaysia, Proton Holdings.
VIVA.co.id mencoba menelusuri kantor perusahaan yang terbilang baru ini. Berdasarkan data yang terhimpun, perusahaan ini berkantor di salah satu Rumah Kantor (Ruko) di Tendean Square 26 Jalan Wolter Mongisidi 122-124, Jakarta Selatan.
Tak ada plang atau papan nama yang menunjukkan ruko ini merupakan kantor PT. ACL. Sebaliknya, di dinding ruko terpasang plang bertuliskan Kantor Notaris & PPAT, Muhammad Hannafi, S.H. Petugas keamanan mengatakan, ruko ini bukan kantor PT ACL melainkan notaris.
"Bikin males saja selalu menanyakan ACL. Kalau saya ketemu orangnya saya tempeleng. Di sini kalau mau bikin surat tanah atau izin lain bisa itu sih bener tempatnya di sini, kalau ACL bukan," ujar satpam yang menolak menyebutkan namanya ini saat VIVA.co.id berkunjung ke tempat ini, Kamis, 12 Februari 2015.
Jumat, 2 Februari 2015, PT ACL dan Proton meneken MoU terkait rencana kerja sama produksi mobil. Proses penandatanganan nota kesepahaman itu dihadiri dan disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi, Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Tun Abdul Razak dan mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad.
Dalam backdrop acara tertulis ‘MOU SIGNING CEREMONY THE DEVELOPMENT AND MANUFACTURING OF INDONESIA NATIONAL CAR’ atau "Acara Penandatangaanan MoU Pengembangan dan Produksi Mobil Nasional Indonesia."
Penandatanganan ini sontak mengundang kritik tajam dari sejumlah kalangan. Jokowi dinilai ingkar janji. Pasalnya, saat menjadi Wali Kota Solo, ia pernah berjanji akan mengembangkan mobil Esemka sebagai mobil nasional.