- ANTARA FOTO/Udden Abdul
![]()
PT ACL dan Proton meneken MoU terkait rencana kerja sama produksi mobil. dihadiri dan disaksikan oleh Presiden Jokowi. Foto: www.corporate.proton.com
Kritik tajam bahkan keluar dari mulut Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. Mantan wakil Jokowi ini menilai, Jokowi telah melupakan janjinya menjadikan mobil Esemka sebagai mobil nasional (Mobnas). Mantan Wakil Wali Kota Solo era Jokowi ini mengaku kecewa dengan rencana kerja sama pengembangan Mobnas yang menggandeng Proton.
Menurut dia, Jokowi seharusnya lebih fokus mengembangkan mobil Esemka sebagai Mobnas. Sebab, mobil tersebut juga pernah membantu Jokowi menapaki karir politik di Jakarta.
"Presiden harusnya fokus kepada Esemka saja untuk pengembangan mobil nasional. Dulu mobil Esemka Rajawali itu pernah mengantarkan Jokowi sebagai gubernur," ujarnya di Solo, Senin, 9 Februari 2015.
Ia mengenang, dulu bersama Jokowi bahu membahu berjuang meloloskan mobil Esemka untuk uji emisi. "Dulu ketika akan uji emisi, saya menyetir bolak-balik Solo-Jakarta. Namun, perjuangan itu kini sudah tidak artinya lagi. Saya sangat kecewa."
Kekecewaan yang sama juga datang dari PT SMK yang memproduksi mobil Esemka. Humas PT SMK Sabar Budi mempersoalkan kehadiran Jokowi dalam penandatanganan MoU tersebut.
"Kapasitas presiden sebagai apa. Kalau sebagai saksi jadinya ada semacam dukungan terhadap MoU tersebut," ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 12 Februari 2015. Menurut dia, daripada menggandeng asing lebih baik Jokowi mendukung produk dalam negeri. "Presiden wajib mendukung produk dalam negeri."
Kritik juga datang dari parlemen. Wakil Ketua Komisi VI DPR Dodi Reza Alex Noordin mengatakan, Proton tak cocok untuk menjadi Mobnas. Ia menilai teknologinya masih kurang.
Selain itu kandungan lokalnya juga akan diimpor secara utuh. “Kalau program mobil nasional saya katakan Proton enggak cocok untuk jadi mobil nasional,” ujarnya, Kamis, 13 Februari 2015.
Menurut dia, pemerintah bisa mengembangkan Mobnas dengan teknologi sendiri. Ia juga heran karena Proton yang digandeng. Karena, di negara asalnya Proton tak laku. “Tapi jangan di bawa ke sini karena mereka sudah sekarat dan ingin menghidupkan mobil itu dengan menunggangi program mobil nasional kita.”
Kritik pedas juga datang dari pemilik akun twitter @Tommy Soeharto62. Akun yang diduga milik Hutomo Mandala Putra, bos PT. Timor Putra Nasional (TPN) ini berkicau, negara ini tidak akan maju jika para pemimpin masih memiliki mental nyontek dan tidak pernah percaya dengan kemampuan sendiri.