- ANTARA FOTO/Maulana Surya
Menurut dia, tiap hari anak yang masih kecil itu disuruh mengerjakan banyak hal, mulai menyapu, ngepel, dan memberi makan ayam, anjing, serta kucing. Tiga bulan menjadi pembantu di rumah itu, ia melihat Margreit selalu memperlakukan Engeline dengan kasar.
"Dia (Engeline) bermain di lantai atas. Dari dapur bawah Margreit manggil dua kali. Engeline tidak dengar. Panggilan ketiga berteriak memanggil Engeline sekencangnya," kata Francky saat ditemui VIVA.co.id di Kuta, Bali, Rabu malam, 17 Juni 2015.
Begitu Engeline datang menemui Margreit, menurut penuturan Francky, anak itu langsung dihajar bogem mentah oleh ibu angkatnya tersebut. Tak hanya itu, Margreit sering menyuruh Engeline menyapu dan mengepel lantai.
Belum kelar mengepel lantai di satu ruangan, Francky melanjutkan, Margreit sudah memintanya mengepel di ruangan lain. Belum juga kelar di ruangan lain, Margreit sudah meminta Engeline mengepel di ruangan lainnya.
"Karena dipindah sana-sini, maka dia tidak bersih ngepel lantainya. Ya sudah, dipukul lagi," ujar Francky.
Suatu hari, seekor ayam milik Margreit hilang. Francky memberi tahu kehilangan tersebut. "Saya bilang, Tante Telly (Francky memanggil Margriet Telly) ini ayamnya cuma ada lima ekor. Hilang satu ekor," kata dia.
Margreit lantas memanggil Engeline. Dia bertanya ke mana ayam yang semalam disuruhnya untuk dimasukkan ke dalam kandang. Saat itu, Margreit sudah memegang sebilah bambu yang sudah dicacah.
Ia lantas menarik rambut Engeline dan membawa bocah mungil itu ke kandang ayam. Ia menanyakan ke mana ayam yang hilang itu.
"Engeline bilang 'aku udah masukin ayamnya Ma'. Tapi Margreit tak peduli, Engeline disuruh cari," Francky mengenang.
Tahu akan digebuki, Engeline lari ke kebun pisang di dalam areal rumahnya. Margreit mengejarnya. Engeline menyelinap di balik rerimbunan pohon pisang. Sial, Margreit mengetahui tubuh mungil tersebut.
"Langsung dipukuli pakai bambu itu, Engeline," ujarnya berkaca-kaca.
Menurut Francky, ada tempat favorit Engeline untuk meluapkan kekesalannya usai dimarahi atau dipukuli Margreit. Ia akan pergi ke salah satu dari empat kamar di lantai atas rumahnya.