- VIVA.co.id/Juna Sanbawa
![]()
Candi HKTY yang semula seperti dikesampingkan dengan adanya gereja, namun kini bisa berjalan harmonis. FOTO: VIVA.co.id/Daru Waskita
"Tonggak keberadaan Candi HKTY yang semula seperti dikesampingkan dengan adanya gereja, namun kini bisa berjalan harmonis. Wisatawan yang berziarah tidak saja umat Nasrani, namun umat lainnya juga dapat untuk berwisata ziarah," ucapnya.
Banyu atau air Perwitasari
Tak hanya candi yang dikunjungi wisatawan, di lokasi ini juga terdapat banyu Perwitasari. Banyu atau air ini diburu wisatawan karena dipercaya berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Air Perwitasari saat ini banyak yang dijual pedagang yang berada di sekitar Gereja HKTY Ganjuran.
"Berkat kasih dan karunia Tuhan, pada 1998 ditemukan air mengalir dari dasar Candi Hati Kudus Tuhan Yesus. Airnya sangat jernih (bisa langsung diminum) dan berkhasiat menyembuhkan. Karena orang pertama yang disembuhkan bernama Perwita, maka untuk mengenangnya, air berkhasiat itu kini disebut Tirta Perwitasari," kata pensiunan guru PNS Departemen Agama ini.
Salah satu wisatawan, Joko Wicaksono, warga Tengerang, mengatakan, dia bersama-sama ke Candi HKTY untuk berziarah dan juga mendapatkan air Perwitasari. "Ada saudara yang sakit dan minta dibawakan obat untuk menyembuhkan, yakni air Perwitasari," ungkapnya.
Gua Selarong
Lokasi wisata bersejarah lain yang mungkin dapat menjadi referensi menghabiskan libur Natal dan tahun baru 2016 adalah Gua Selarong. Sebuah gua yang digunakan oleh Pangeran Diponegoro untuk mempersiapkan strategi perang melawan Belanda.
Gua Selarong berlokasi di Dusun Kembang Putih, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Berjarak sekitar 17 kilometer selatan Kota Yogyakarta atau sekitar 5 kilometer barat Kota Bantul.
Jalan menuju objek wisata Gua Selorong relatif mudah. Beraspal halus dan juga banyak rambu-rambu petunjuk jalan ke objek wisata tersebut.
Untuk masuk ke Gua Selarong, setiap wisatawan cukup membayar retribusi tempat wisata Rp3.000 per orang. Dari tempat retribusi menuju objek wisata, pengunjung dapat memarkirkan sepeda motor atau mobil di tempat yang telah disediakan. Untuk menuju Gua Selarong perlu menyiapkan tenaga, karena harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai ke lokasi utama, yaitu Gua Kakung dan Gua Putri.
Gua Kakung merupakan tempat bagi Pengeran Diponegoro untuk beristirahat dan menyiapkan setrategi perang. Sementara itu, di Gua Putri merupakan tempat istirahat selir ketiga Pangeran Diponegoro, setelah dua istrinya terdahulu meninggal.
Dari informasi yang diperoleh, Gua Selarong merupakan markas gerilya Pangeran Diponegoro, setelah rumahnya di Tegalrejo, Kota Yogyakarta, dibumihanguskan oleh Belanda. Pangeran Diponegoro bersama selirnya Raden Ayu Ratnaningsih dan para prajuritnya, selanjutnya bersembunyi di Gua Selarong.