SOROT 382

Berkemas dalam Cemas

SPBU
Sumber :

Vice President Corporate Secretary Elnusa, Fajriyah Usman, mengakui perusahaannya ikut terhempas badai harga minyak. Meski begitu, ia meyakinkan perusahaannya masih stabil, dan belum ada rencana pemangkasan karyawan.

img_title Gangguan Keamanan di Nigeria Bikin Harga Minyak Dunia Naik

"Kalau terdampak, pasti. Tapi, kami masih stabil karena bisnis 50:50, tidak cuma di minyak dan gas. Sampai saat ini belum ada PHK. Efisiensi dari sisi lain, ubah metode kerja, intinya kami lakukan efisiensi yang smart (cerdas)," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hindari PHK

img_title Sinyal The Fed Dongkrak Bursa Saham Wall Street

Menyikapi penurunan tajam harga minyak yang berimbas ke perusahaan di sektor terkait itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas, Kementerian ESDM, ‎I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, mengatakan, pemerintah saat ini berusaha untuk menghindari terjadinya PHK massal di industri migas nasional.

"Kami sudah minta ke industri hulu migas untuk tidak melakukan PHK dulu, kalau ada pengurangan, ya pengurangannya natural saja," kata Wiratmaja kepada VIVA.co.id di kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa malam, 2 Februari 2016.

img_title Rupiah Harus Manfaatkan Momen Ini

Dia mengakui, Chevron telah mengajukan rencana pengurangan tenaga kerja sebanyak 25 persen dari jumlah karyawannya.

Wiratmaja menjelaskan, rencana pemangkasan karyawan itu, karena Chevron melakukan penggabungan organisasi yang berada di Sumatera dan Kalimantan. Penggabungan itu memicu beberapa posisi yang tumpang tindih, sehingga Chevron mengimbau karyawannya untuk mau secara "sukarela" bisa mengundurkan diri atau pensiun dini.

"Jadi, mereka mengimbau karyawannya sukarela bisa keluar dan ada bonus, jadi bukan PHK besar-besaran," ucap dia.

Dia juga menjelaskan, pemerintah akan menawarkan insentif untuk menghindari PHK besar-besaran di industri hulu migas. Insentif tersebut diharapkan akan mengurangi beban perusahaan dalam menghadapi anjloknya harga minyak ‎dunia.

"Supaya industri kita jalan terus, tidak melakukan PHK, tidak setop proyek, dan agar produksi tidak turun terlalu banyak," ujar Wiratmaja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyebut bahwa ada sekitar 5.000 karyawan perusahaan yang bergerak di bidang industri minyak dan gas yang mengalami pemutusan hubungan kerja.

"Laporan dari anggota KSPI dalam industri migas itu sekitar 5.000-an orang. Kami dapat laporan, tapi kan harus verifikasi ulang," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut