SOROT 382

Berkemas dalam Cemas

SPBU
Sumber :

Yanto mengungkapkan, perseroan sudah menyiapkan rencana efisiensi sejak tahun lalu dan sudah banyak melakukan tinjauan untuk organisasi, mengingat skala bisnis di Indonesia. Semua program anggaran perusahaan pun telah disetujui oleh SKK Migas pada Desember lalu.

img_title Kurs Dolar AS Bebani Anjloknya Harga Minyak

Sebelumnya, perusahaan migas British Petroleum Indonesia telah melakukan pemangkasan karyawan di Blok Bintuni, namun jumlahnya tidak besar. Sementara itu, ExxonMobil Indonesia dan Pertamina meski pendapatan menurun, belum merencanakan pengurangan karyawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto, mengatakan, perusahaan tengah melihat dan mengevaluasi rencana jangka panjang perusahaan. Perusahaan minyak terbesar AS ini optimistis akan mampu bertahan dan terus sukses dalam guncangan harga minyak.

img_title Jumlah Pengeboran Bertambah, Harga Minyak Turun

"Untuk mengelola risiko (dalam konteks efisiensi) terkait harga (minyak), ExxonMobil akan mengevaluasi rencana tahunan dan semua investasi dengan berbagai skenario harga (minyak). Perusahaan menilai bahwa operasi yang akan terus sukses dalam berbagai kondisi pasar adalah hasil dari pendekatan yang terarah dalam hal investasi, pengelolaan pengeluaran, dan program memaksimalkan aset," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, mengakui bahwa ‎dengan ‎turunnya harga minyak mentah dunia di bawah US$30 per barel membuat kinerja di sektor hulu sedikit terganggu. Kondisi ini lantaran biaya untuk memproduksi minyak lebih besar dibanding harga jualnya.

img_title Pasokan Nigeria Berhenti, Harga Minyak Naik Lagi

"Yang sudah jelas, dengan harga di bawah US$30 per barel, sumur-sumur minyak kita ada yang sangat berat untuk bertahan karen‎a biaya produksinya ada yang di atas U$30 per barel," ujarnya.

Direktur Pengolahan Pertamina, Rachmad Hardadi, menyatakan, perusahaan akan melakukan segala cara mencegah terjadinya pengurangan karyawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan segala cara, jadi kami menjaga betul supaya jangan ada pemutusan hubungan kerja. Karena kembali lagi, kalau nanti pada saat kondisi sudah kembali membaik dan kekuatan utama sudah mulai di-lay off (dipangkas), itu berarti sudah bencana. Pemerintah tentu tidak kurang susahnya, jadi untuk sementara ini kita tunggu dan lihat dulu, dan melakukan usaha yang terbaik," ucapnya.

Perusahaan sektor jasa penunjang hulu migas, seperti PT Elnusa Tbk, juga tak dapat menghindar dari terkaman harga minyak. Saham Elnusa di Bursa Efek Indonesia tahun ini sudah anjlok 60,87 persen seiring dengan merosotnya harga minyak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut