- VIVA.co.id/Moh Nadlir
Ibu dua anak ini mengatakan, sejak menjadi relawan, ke mana-mana ia selalu membawa formulir dukungan untuk Ahok. “Iya, ada di dalam tas, setiap hari dibawa. Ini dikasih dua orang tadi, biasanya satu bungkus itu isinya 50 lembar,” dia menambahkan.
Hermien selalu berusaha mengail dukungan dari tiap orang yang ditemui. Tujuannya agar mereka mau mendukung Ahok dan menyerahkan KTP untuk digandakan.
“Jadi, ketemu di jalan, di halte busway saya ajak bicara. Sebab saya mikir pasti dia bawa KTP,” ujar warga Condet, Jakarta Timur ini.
Tiap ketemu orang ia selalu bertanya mau tidak jadi Teman Ahok. Kalau orang yang bersangkutan menanyakan bagaimana caranya, Hermien hanya minta partisipasi dengan menyerahkan KTP untuk digandakan.
“Saya biasa nyuruh tanda tangan saja kalau ketemu orang di jalan. Soalnya kadang mereka bilang capek kalau ngisi sendiri. Bahkan untuk fotokopi KTP, saya yang lakukan. KTP aslinya saya minta, saya yang fotokopi,” tuturnya.
Meski tak mendapat bayaran, Hermien mengaku senang menjadi relawan. Ia mengaku puas dengan kinerja Ahok. Tak hanya dia, tetangganya juga mengaku senang dengan kepemimpinan Ahok.
“Tetangga juga pada bilang puas, bagus. Haji-haji, ustaz-ustaz banyak yang ngisi formulir juga. Biar pun saya Nasrani, tapi hubungan dengan orang Muslim juga baik,” katanya.
Lain lagi yang dilakukan Achmad Rusdi. Guna menggalang dukungan, relawan Teman Ahok ini memanfaatkan posko yang ada di lingkungan warga. Ia mengatakan, warga yang mendukung Ahok akan datang sendiri ke posko untuk mengisi formulir dan menyerahkan KTP.
“Jadi, mereka sudah murni menyerahkan dukungannya,” ujarnya kepada VIVA.co.id, Kamis, 10 Maret 2016.
Meski demikian, tak jarang ia juga turun ke lapangan, berkeliling ke rumah warga untuk "berburu KTP". “Ada juga yang door to door. Kami ngobrol. Kalau mereka mau dukung, ya baru isi formulirnya. Mereka serahin fotokopi KTP, formulirnya, kasih nomor teleponnya juga,” ujar warga Menteng Dalam, Jakarta Pusat ini.
Selanjutnya...Banjir Dukungan
Banjir Dukungan
Pria itu terlihat semringah. Dengan gagah ia memamerkan amplop warna cokelat berukuran besar. Di depannya tertulis To. Teman Ahok.