- VIVA.co.id/Moh Nadlir
Singgih menuturkan, saat ini ada sekitar 500 relawan yang terlibat. Mereka ada di Jakarta dan luar Jakarta. “Itu termasuk di Markas Besar, booth di mal, dan posko di lingkungan warga,” dia menjelaskan.
Relawan Teman Ahok mayoritas adalah mahasiswa. “Biasanya mereka abis kuliah ke sini (Sekretariat Teman Ahok). Ada yang sambil nunggu kuliah ke sini. Ada yang baru lulus kuliah, ada yang ngerjain skripsi, macam-macam,” ujar warga Kalideres, Jakarta Barat ini.
Ia mengaku, semua relawan bekerja secara suka rela tanpa dibayar. Mereka hanya mendapatkan uang ganti transpor Rp50.000 sekali datang. Namun, meski tak dibayar, para relawan bekerja sepenuh hati.
Baik dalam menggalang dukungan, input data maupun urusan administrasi lainnya. Proses pengumpulan KTP diakuinya tak ada kendala berarti.
“Semakin ke sini justru semakin mudah untuk mengumpulkan KTP. Karena masyarakat sudah tahu, dan makin banyak yang tahu,” ujarnya bangga.
Singgih menjelaskan, ada beberapa mekanisme bagi warga yang akan memberikan dukungan untuk Ahok. Pertama lewat posko. Warga didatangi petugas posko di lapangan, kemudian dikasih formulir.
Kedua, lewat booth di mal dan ketiga lewat online. “Kalau lewat online mereka download formulir, terus print kirim ke sini lewat jasa pengiriman,” dia menerangkan.
Ia mengatakan, dukungan dari warga Jakarta terus berdatangan. Saat ini, mereka sudah mengantongi 700 ribu lebih KTP.
“Mungkin masyarakat tidak ingin menyia-nyiakan dukungannya. Ini kesempatan terbaik untuk mendukung Ahok. Mereka bisa menentukan calon dan memilih calon yang mereka mau,” ujarnya.
Dengan kondisi seperti itu Singgih yakin target 1 juta KTP akan tercapai. “Yakin tercapai di bulan Mei. Yakin banget,” ujar dia.
Guna memastikan dukungan Teman Ahok akan melakukan verifikasi langsung ke lapangan. Sebab, saat ini Ahok sudah memilih wakilnya. Warga akan ditanya kembali apakah masih tetap akan mendukung Ahok atau sebaliknya.
“Door to door akan menanyakan setuju atau tidak dengan calon dan wakilnya. Sebelumnya mereka sudah terdata dan bersedia memberikan dukungannya buat Ahok. Nah, kalau mereka setuju, mereka bisa isi formulir yang baru. Kalau mereka tidak setuju mereka bisa menarik dukungan,” katanya.