SOROT 387

Berburu KTP demi Ahok

Ilustrasi/Aktivitas di sekretariat Teman Ahok.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Moh Nadlir

“Makanya saya woro-woro ke temen. Ayolah dukung Ahok. Ahok ini orang yang berbeda, dia tokoh muda, punya ketegasan dan orang yang berani ambil risiko yang jarang pemimpin mau ambil,” kata dia.

img_title Teman Ahok Kumpulkan KTP di Luar Negeri, Sulit Diverifikasi

Penilaian senada disampaikan Olis. Warga Menteng Dalam ini mengatakan, jarang ada pemimpin seperti Ahok. “Yang pantas untuk mengelola birokrasi di Jakarta, ya cuman Pak Ahok,” ujar pria yang sehari-hari bekerja sebagai sales ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, semua pemimpin di Jakarta bagus. Sayangnya, tidak ada yang tegas seperti Ahok. Dia menambahkan, Jakarta tak hanya butuh otak, namun juga otot.

img_title Teman Ahok Diusir karena Kampanye, Ruhut Salahkan Singapura

Meski, ia juga mengakui masih banyak yang bolong dan belum terselesaikan di masa kepemimpinan Ahok. “Memang masih banyak yang kurang. Pembangunan jalan, masih sering macet,” tuturnya.

Selanjutnya...Teman Ahok

img_title Ahok: Singapura Tahu Teman Ahok Akan Kumpulkan KTP

Teman Ahok
Nama Teman Ahok semakin populer usai Ahok memutuskan maju melalui jalur independen. Komunitas yang terbentuk pada Juni 2015 ini menjadi tulang punggung kekuatan politik Ahok untuk bisa maju dalam Pillgub 2017.

Salah satu pendiri Teman Ahok, Singgih Widyastomo (23) mengatakan, ada lima orang yang menginisiasi berdirinya komunitas relawan ini. Mereka adalah Aditya Yogi, Amalia, Muhammad Fathoni, Richard, dan dia sendiri.

Singgih mengatakan, komunitasnya tak bermaksud menegasikan, apalagi menantang partai politik dalam pilkada. “Kami bukan menantang partai. Kami tidak bisa bernegosiasi dengan partai, karena tidak didukung masyarakat untuk negosiasi dengan partai," ujarnya kepada VIVA.co.id saat ditemui di Sekretariat Teman Ahok, Selasa, 8 Maret 2016.

"Kami punya dukungan dari masyarakat, dan dukungan itu bukan untuk bernegosiasi dengan partai, tetapi untuk mengusung Ahok maju Pilkada DKI lewat jalur independen. People power,” kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengaku, Teman Ahok tak memiliki latar belakang politik. Pengalaman mereka hanya saat menjadi relawan Jakarta Baru 2012.  Menurut dia, apa yang dilakukan Teman Ahok saat ini adalah gerakan Jakarta Baru kedua.

“Makanya kemarin itu kami buat kampanye baru, namanya Jakarta Baru, tapi dengan versi 2.0. Kenapa Jakarta Baru. Baru itu kan artinya Basuki-Heru,” ujar mahasiswa jurusan Teknik Informatika, Universitas Pamulang ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut