- VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Entah itu lewat jalur darat menggunakan kendaraan umum atau pribadi, pesawat, kapal laut atau pun kereta api. Semua berduyun-duyun pulang ke kampung halaman.
Di Semarang Jawa Tengah saja misalnya, diperkirakan tahun ini akan ada 6,66 juta orang yang pulang ke daerah itu. Seluruhnya akan melintas di Jalur Pantura dan Pantai Selatan. Sebab itu diakui, sejak dahulu Jawa Tengah memang kota pemudik. Setiap tahun daerah ini menjadi wilayah paling tinggi mobilitas pemudiknya.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyebutkan, untuk pemudik yang menggunakan jalur laut telah disediakan 1.273 kapal. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu sebanyak 1.262 kapal. Dengan perkiraan pengguna sebanyak 910 ribu orang.
Untuk angkutan udara, setidaknya sudah disiagakan 529 unit atau ada penambahan 59 pesawat baru dibanding tahun lalu yang hanya 470 unit. Target pengguna armada ini diperkirakan mencapai 4,6 juta jiwa atau meningkat 7,6 persen dibanding tahun sebelumnya 4,3 juta jiwa.
Sedangkan untuk pengguna armada kereta api. Setidaknya tahun ini telah disiagakan 73 unit kereta api dengan total bangku yang disediakan mencapai 37.948 kursi dan dengan perkiraan pengguna mencapai 4,1 juta, atau meningkat dibanding sebelumnya sebesar 4,6 persen yakni 3,9 juta jiwa.
Sementara untuk angkutan umum berupa bus, meski belum ada data rinci, diperkirakan ribuan bus yang akan beroperasi guna mengakomodir pengguna angkutan yang diperkirakan mencapai 4,3 juta jiwa. Angka ini menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 4,7 juta jiwa.
"Persiapan sekarang bergerak secara paralel. Kita sekarang juga lagi fokus terhadap kegiatan ramp check di darat, laut dan udara. Targetnya zero accident (untuk angkutan umum)," kata Direktur Angkutan dan Multi Moda Ditjen Perhubungan Darat Cucu Mulyana, Kamis, 16 Juni 2016.
Harus diakui, tahun ini, sekaligus menjadi pembuka gebrakan. Sebab kali ini juga pemerintah mematok target cukup tinggi yakni nol kecelakaan atau zero accident. Atas itulah, kini tidak ada lagi istilah pemeriksaan secara sampling. Namun berubah menjadi menyeluruh dan menyasar seluruh armada, terminal, bandara hingga pun ke stasiun yang menyediakan angkutan umum untuk mudik lebaran 2016.
“Kelayakan transportasi darat, air, udara, juga kereta api diperiksa sampai 23 Juni 2016. (Jika) Ada temuan tak layak jalan di semua moda, wajib diperbaiki,” kata Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan di Malang.