- VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Tanpa Cuti
Di sisi lain, selain kesiapan armada, persiapan mudik Lebaran tentu harus sinkron dengan kesiapan personel. Baik itu untuk pengamanan atau pun pelayanan jasa bagi para pemudik.
Beberapa layanan angkutan penumpang, bahkan menerapkan keharusan tanpa cuti untuk para petugas. "Direksi enggak boleh cuti. Jadi nanti abis sungkeman langsung kerja lagi," kata Direktur Utama Angkasa Pura II, Budi Karya.
Maklum instruksi ini juga tak lepas dari imbauan yang disampaikan Jonan. Salah satu tujuannya demi mengoptimalkan layanan bagi masyarakat yang hendak mudik. "Yang cuti seminggu lebih tidak usah, semua harus turun di lapangan, termasuk saya," kata Jonan awal Juni lalu.
Tahun ini, pengguna mudik lewat maskapai udara diperkirakan mencapai 4,6 juta jiwa. Jumlah ini jauh lebih banyak dibanding pengguna kereta api dan kendaraan umum. Meski begitu, Angkasa Pura tetap optimistis, sebabnya tahun ini persiapan layanan mudik akan disiagakan sejak dua pekan sebelum Lebaran.
"Tenggang waktu ini membuat kami menjadi lebih baik meng-handle. Biasanya kan 2-3 hari sebelum lebaran," kata Budi.
Di lintasan rel kereta. Sejauh ini, Kereta Api Indonesia juga optimistis tidak ada kendala selama mudik Lebaran. Lebih dari 2.000 personel bahkan disiagakan untuk membantu, mulai dari petugas pengamanan, polisi hingga pramuka ikut diterjunkan.
"Kami juga menerapkan pengamanan tertutup serta anjing pelacak," kata Kepala Humas Daerah Operasi I Jakarta Kereta Api Indonesia, Bambang Prayitno.
Menurut Bambang, KAI merancang akan menyediakan posko sejak 24 Juni hingga 17 Juli, guna melayani penumpang yang akan menggunakan kereta api reguler, tambahan hingga ke fakultatif. "Reguler ada 52 unit, tambahan 14 dan fakultatif tujuh kereta api. Total 73 kereta api disiagakan dengan jumlah seat 37.948 kursi," katanya.
Begitu pun dari kesiapan personel keamanan. Tahun ini, sudah disiagakan sebanyak 157 ribu personel gabungan mulai dari polisi, TNI hingga ke petugas Dishub se-Indonesia selama libur Lebaran.
Dijadwalkan, ratusan ribu personel ini akan mulai bertugas efektif pada 30 Juni 2016 atau sepekan sebelum libur lebaran. "Kami juga sudah menyiapkan satgas deteksi dini, penindakan dan antisipasi. Tanggal 30 Juni usai gelar pasukan, langsung berangkat (ke lokasi)," kata Kepala Bagian Operasional Korps Lalu Lintas Polri, Kombes Pol Benyamin.