- VIVAnews/Ikhwan Yanuar
"Sejak tahun 2011, sudah diajukan, bahkan tiap tahun kita mengajukan untuk peningkatan jalan. Sementara yang terealisasi hanya sepanjang 5 kilometer, di daerah Gendingan Ngawi,” kata Suwignyo.
Kondisi serupa terjadi di Surabaya. Jalan By Pass Krian, Sidoarjo yang menjadi jalan utama dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Solo, Jawa Tengah, atau Yogyakarta, juga dalam kondisi belum siap.
Kebut perbaikan pemerintah yang terkesan tambal sulam, tak sepenuhnya baik. Dengan kata lain, meski lubang jalan di daerah ini tak terlihat. Namun, ruas jalan yang tidak rata menjadi bahaya bagi pengemudi.
![]()
Sejumlah pekerja melakukan perbaikan jalan di Desa Mranggen, Demak, Jawa Tengah (16/6) sebagai persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2016
Jalan yang bergelombang membuat kendaraan melaju pelan, alhasil terjadi kepadatan arus lalu lintas di beberapa titik di Taman dan Trosobo. "Karena jalan bergelombang masih bisa dilalui, bukan prioritas perbaikan untuk arus mudik Lebaran tahun ini," kata Kabid Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jawa Timur, Sumarsono memberikan alasan.
Di Yogyakarta, setidaknya tercatat sepanjang 27 kilometer yang terdiri dari 28 ruas jalan juga sedang dalam perbaikan. Pengerjaan ini diprediksi belum akan rampung ketika memasuki sepekan libur Lebaran.
"(Tapi) Untuk jalan utama mudik sudah siap dilalui pemudik," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi dan Sumber Daya Mineral ( PUP-ESDM), Rani Sjamsinarsi.
Kewaspadaan pemudik juga perlu diperhatikan di Semarang. Ibu Kota Jawa Tengah ini kini justru berjibaku dengan munculnya banjir rob yang menutupi sejumlah ruas jalannya. Air laut juga menutupi jalur utama mudik di daerah itu. Sementara jalur alternatif belum bisa didapatkan.
Sementara kondisi badan jalan terus memburuk dan dipenuhi lubang akibat aspal yang terus mengeropos. Pantauan VIVA.co.id, kondisi ini bisa ditemukan di sekitar 200 meter sebelum perlintasan kereta api Kaligawe dari arah Barat dan sebaliknya. Rinciannya seperti di KM 2.500 di SPBU Sawah Besar hingga KM 2.800 setelah perlintasan kereta api.
"Sekarang tindakan darurat yang dilakukan, menghentikan rob itu dengan cara pakai karung dulu. Cara lebih baik dari itu (jalur alternatif atau menghentikan rob) belum kita temukan," kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.