SOROT 401

Jalan Panjang ke Kampung Halaman

Berjuta manusia secara serentak bergerak demi menikmati libur bersama keluarga di kampung halaman setiap perayaan hari raya Idul Fitri.
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar


Selanjutnya: Titik-titik Macet

img_title SBY Titip Salam untuk Pemerintah soal Insiden Tol Brexit

Titik Kemacetan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemacetan selama mudik Lebaran sepertinya memang tak bisa terhindarkan. Ini tak lepas dari banyaknya orang yang bergerak menggunakan kendaraan dalam waktu yang bersamaan. Bayangkan saja, 17,7 juta orang pemudik itu setara dengan manusia di ibu kota  Jakarta, ditambah dengan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

img_title Fadli Zon Usul Bus Dinas Boleh Angkut Pemudik

Lalu kemudian bergerak bersama secara bertahap untuk pindah ke tempat lain. Jadi sangat wajar jika terjadi kemacetan. Namun demikian, pengelolaan lalu lintas dan jalur mudik tetap prioritas guna mengurangi risiko kemacetan di arus mudik lebaran. Dan yang perlu diperhatikan, mudik ini didominasi warga yang tinggal di Pulau Jawa.

Kepala Bagian Operasional Korps Lalu Lintas Polri Kombes Pol Benyamin tak menampik akan ada titik macet di beberapa jalur lintasan mudik. Seperti di jalur Selatan Nagrek, lalu Brebes Timur atau Kota Tegal dan beberapa wilayah lainnya.

img_title H+6 Lebaran, Lonjakan Arus Mudik Tak Ada Lagi

"Penanganan macet ini selain personel, kita juga akan terapkan sistem buka tutup atau contra flow (lawan arus)," kata Benyamin.

Laporan dari Jawa Barat, sejauh ini mengklaim 90 persen jalur mudik 2016 baik itu lewat tol atau sudah siap untuk dilintasi. Begitu pun dengan jalur alternatif, setidaknya hingga H-7 sudah rampung perbaikannya.

"Secara keseluruhan siap dilalui. Dan terkhusus tol Cipali, akan diterapkan mekanisme cluster untuk pengurai kemacetan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus.

Sistem cluster itu berupa pembedaan tarif tol. Cluster I yakni dari Jakarta-Palimanan akan dibebankan uang Rp109.500 dan cluster II berada di Palimanan-Brebes Timur dengan tarif Rp50.500.

"Tahun lalu di Palimanan ada enam pintu exit pembayaran. Tahun ini ada 26 pintu untuk memudahkan kecepatan. Jika pun masih ada kepadatan, nanti petugas yang aktif menjemput," kata Yusri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Jawa Tengah, pemerintah setempat sudah melokalisir 10 wilayah yang kemungkinan akan menjadi sumber kemacetan. Penyebabnya, pekerjaan jalan dan jembatan, banjir rob, tanjakan, hingga ke pasar tumpah.

Secara rinci daerah itu yakni, wilayah Purbalingga Klampok, Kebumen-Cilacap, Boyolali-Magelang-Jrakah, Salatiga-Kedungjati Ungaran, dan Kabupaten Blora. Lalu kawasan Kaligawe Kota Semarang, Kabupaten Kendal. Sedangkan di Pantura, fokusnya Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Brebes.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut