- VIVAnews/Ikhwan Yanuar
Selanjutnya:Â Titik-titik Macet
Titik Kemacetan
Kemacetan selama mudik Lebaran sepertinya memang tak bisa terhindarkan. Ini tak lepas dari banyaknya orang yang bergerak menggunakan kendaraan dalam waktu yang bersamaan. Bayangkan saja, 17,7 juta orang pemudik itu setara dengan manusia di ibu kota Jakarta, ditambah dengan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Lalu kemudian bergerak bersama secara bertahap untuk pindah ke tempat lain. Jadi sangat wajar jika terjadi kemacetan. Namun demikian, pengelolaan lalu lintas dan jalur mudik tetap prioritas guna mengurangi risiko kemacetan di arus mudik lebaran. Dan yang perlu diperhatikan, mudik ini didominasi warga yang tinggal di Pulau Jawa.
Kepala Bagian Operasional Korps Lalu Lintas Polri Kombes Pol Benyamin tak menampik akan ada titik macet di beberapa jalur lintasan mudik. Seperti di jalur Selatan Nagrek, lalu Brebes Timur atau Kota Tegal dan beberapa wilayah lainnya.
"Penanganan macet ini selain personel, kita juga akan terapkan sistem buka tutup atau contra flow (lawan arus)," kata Benyamin.
Laporan dari Jawa Barat, sejauh ini mengklaim 90 persen jalur mudik 2016 baik itu lewat tol atau sudah siap untuk dilintasi. Begitu pun dengan jalur alternatif, setidaknya hingga H-7 sudah rampung perbaikannya.
"Secara keseluruhan siap dilalui. Dan terkhusus tol Cipali, akan diterapkan mekanisme cluster untuk pengurai kemacetan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Yusri Yunus.
Sistem cluster itu berupa pembedaan tarif tol. Cluster I yakni dari Jakarta-Palimanan akan dibebankan uang Rp109.500 dan cluster II berada di Palimanan-Brebes Timur dengan tarif Rp50.500.
"Tahun lalu di Palimanan ada enam pintu exit pembayaran. Tahun ini ada 26 pintu untuk memudahkan kecepatan. Jika pun masih ada kepadatan, nanti petugas yang aktif menjemput," kata Yusri.
Di Jawa Tengah, pemerintah setempat sudah melokalisir 10 wilayah yang kemungkinan akan menjadi sumber kemacetan. Penyebabnya, pekerjaan jalan dan jembatan, banjir rob, tanjakan, hingga ke pasar tumpah.
Secara rinci daerah itu yakni, wilayah Purbalingga Klampok, Kebumen-Cilacap, Boyolali-Magelang-Jrakah, Salatiga-Kedungjati Ungaran, dan Kabupaten Blora. Lalu kawasan Kaligawe Kota Semarang, Kabupaten Kendal. Sedangkan di Pantura, fokusnya Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Brebes.