- Dokumentasi PRD
VIVA.co.id – Pria itu tepekur di ruang tunggu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Terlihat gelisah.
Matanya sesekali menatap pintu laboratorium yang terletak di lantai lima rumah sakit milik pemerintah itu. Ia pun duduk tak jauh dari meja perawat. Tak ada teman atau keluarga, hanya tongkat dan ransel yang tampak sudah tua tergeletak di sampingnya.
Petrus Hari Hariyanto, demikian nama pria yang tampak tak lagi muda ini. Siang itu, ia sengaja datang ke Poli Hepatologi RSCM guna mengambil hasil cek lab.
“Aku kena hepatitis. Kata dokter, terjadi pembengkakan di leverku,” ujar dia saat membuka percakapan kepada VIVA.co.id, Selasa 14 Juni 2016.
Hepatitis merupakan penyakit kesekian yang menghampiri mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) pertama Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini. Sebelumnya, sejumlah penyakit sudah menggerogoti tubuh pria yang akrab disapa Petrus itu.
Sebut saja stroke, gagal ginjal, diabetes, tekanan darah tinggi, katarak juga jantung. “Wes macem-macem penyakitku mas,” ujar pria kelahiran Ambarawa, Jawa Tengah, ini gundah.
Percakapan kami langsung terhenti saat seorang perawat memanggil namanya. Dengan susah payah Petrus berdiri. Dengan dibantu tongkat, ia pun beringsut mendekati meja pria yang mengenakan pakaian serba putih tersebut.
Perawat langsung menyerahkan secarik kertas. Dari jauh, Petrus terlihat menanyakan sesuatu. Setelah itu, ia kembali ke kursi, mengambil tasnya dan beranjak menuju lift yang berada persis di samping ruang tunggu. “Kita ke apotek dulu, nebus obat,” ujar dia sambil menyeret kakinya menuju lift yang sudah terbuka.
Baca juga:
Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) pertama Partai Rakyat Demokratik (PRD) , Petrus Hari Hariyanto. Foto: VIVA.co.id/Mustakim
Berawal dari Pers Mahasiswa
“Saya sudah tidak aktif di PRD sejak terjadi penyempitan pembuluh darah di kepala,” ujar Petrus usai menebus obat di apotek yang terletak di lantai satu. Hal itu membuat pria yang sempat belajar di Fakultas Sastra, Universitas Diponegoro, Semarang ini tak boleh berdebat dan berpikir terlalu keras.
Sebelum didera sakit, Petrus merupakan salah satu pentolan yang cukup berpengaruh di PRD. Ia tercatat sebagai Sekjen pertama PRD. Selain itu, ia juga pernah menduduki posisi Sekjen Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID), salah satu organisasi yang menyokong lahirnya PRD.