- ANTARA/Hafidz Mubarak A
Tahun 2016 juga menjadi catatan penting bagi dua pabrikan sepeda motor raksasa di Indonesia, yakni PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor (AHM). Keduanya dituding sekongkol mengatur harga skuter matik 110-125cc agar menjadi mahal di tengah kekuasaan mereka. Peluru panas, ditembakkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menempuh langkah hukum berbekal hasil swa-investigasi mereka.
Persidangan hingga kini terus bergulir. Meski Yamaha-Honda acap berkelit, selalu ada jurus baru yang dikeluarkan KPPU untuk benar-benar membuktikan keduanya bersalah, dan merugikan masyarakat.
Anggota Tim Investigator KPPU, Helmi Nurjamil mengungkapkan, pihaknya menargetkan kasus ini bisa diputuskan hasilnya pada awal 2017 mendatang. Target tentu baru bisa diketok bila bukti-bukti yang telah dikumpulkan berdasarkan kesaksian para ahli sudah cukup kuat untuk menjerat dua pabrikan itu. Bila tak ada aral melintang, diharapkan perkara bisa diputus akhir Januari atau awal Februari 2017.
Berbagai tepisan bukti yang dibeberkan menjadikan KPPU tak patah arang. Mereka terus menyiapkan bukti lainnya pada persidangan lanjutan Desember ini. "Nanti akan ada satu saksi menarik yang akan dihadirkan tim investigator. Akan kita buka dan akan kita buktikan betul enggak struktur harga yang ada di pasar itu memang harusnya seperti itu, atau bisa jadi lebih murah," kata Helmi.
Sementara Ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf, mengungkapkan, pihaknya berharap proses persidangan kasus dugaan kartel dapat segera tuntas. Hal itu sebagaimana peraturan yang berlaku bahwa pemeriksaan sebuah kasus oleh KPPU dibatasi waktu 150 hari kerja. "Jadi kalau melebihi (waktu yang ditentukan), itu gugur dengan sendirinya. Maksudnya perkara dianggap selesai, ada putusan atau tidak. Tapi kalau ini sudah pasti ada (putusan), majelisnya kan bersidang terus," katanya.
Di sisi lain, Yamaha-Honda kompak membantah apa yang ditudingkan KPPU. PT YIMM melalui Asisten General Manager Marketing Mohammad Masykur, berkeras jika pabrikan berlogo Garpu Tala bersih dan tak seperti yang dituduhkan terlibat kartel. Yamaha telah melakukan bisnisnya secara adil dan mematuhi peraturan yang berlaku.