SOROT 432

Menertibkan Ormas

Salah seorang peserta aksi unjuk rasa massa dari Front Pembela Islam (FPI) di Mabes Polri beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

Sepak terjang kelompok ini membantu proses kemerdekaan memang tidak diragukan. Karena itu, maklum penguasa kolonial saat itu pernah menutup kelompok paramiliter ini lantaran dianggap membahayakan.

img_title ICATT Perkuat Sinergi Ormas Islam Sulsel, Dorong Aksi Nyata Umat

Lalu apakah cuma Banser NU yang ikut dalam perjuangan kemerdekaan? Tentu tidak, cukup banyak organisasi masyarakat yang terlibat. Hanya memang namanya tak tertuliskan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, seiring waktu, usai Indonesia merdeka. Ormas yang dulu dikenal untuk kebutuhan militer itu memudar. Kelompok-kelompok ini kembali melebur ke publik dan kemudian beberapa berubah menjadi organisasi buruh, petani, keagamaan, pemuda, mahasiswa dan lain sebagainya.

img_title Prabowo Buka Puasa Bareng Tokoh Agama-Pimpinan Ormas Islam Besok

Anggota Banser NU menghormat Prabowo Subianto di Mojokerto

Anggota Banser NU menghormat kepada Prabowo Subianto saat apel di Mojokerto, Jawa Timur. (REUTERS/Sigit Pamungkas)

img_title Prabowo Bicara soal RI Gabung Board of Peace di Depan Pimpinan Ormas Islam

Meski begitu, beberapa fakta menunjukkan bahwa ormas-ormas pascakemerdekaan ini ruhnya tetap militer. Seluruh anggotanya yang masuk hingga ke proses pembentukannya, semuanya memiliki sentuhan militer.

Entah itu dalam bentuk pelatihan kepada anggota atau pun yang bersifat organisasi kader seperti mereka yang keturunan putra-putra anggota TNI atau Polri.

Bahkan, sekelas Banser NU saja, di era kekinian, citarasa militer itu masih ada. Bentuknya lewat penggembelengan anggota mereka dengan bantuan militer. Baik itu dalam pengembangan wawasan kebangsaan sampai dengan kemampuan fisik ala militer.

"Itu kami lakukan sejak rekrutmen kader (Pendidikan dan latihan bersama TNI-Polri)," kata Komandan Banser NU Jawa Timur Abid Umar.

Dari Politik ke Perut

Kembali ke tahun 1960-an atau tepatnya di kepemimpinan Presiden Soeharto. Di era orde baru ini, diakui menjadi awal mula kembali maraknya penggunaan ormas-ormas paramiliter setelah sempat redup usai proklamasi kemerdekaan.

Diketahui, pada orde ini beberapa ormas-ormas mulai dikelola pemerintah atau setidaknya oleh orang-orang yang berhubungan dengan penguasa saat itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bentuknya begitu beragam. Ada yang berupa Satuan Tugas (Satgas)-umumnya di bawah partai politik-, ada pula Hansip (Pertahanan Sipil) dan ada juga Resimen Mahasiswa (Menwa). Yang jelas, sejak itu, sudah menjadi hal yang mahfum ormas-ormas ala paramiliter bangkit lagi.

Beberapa ormas yang dikenal seperti, Pemuda Pancasila (PP) yang sebelumnya lahir pada tahun 1959 oleh Jenderal Abdul Haris Nasution, kemudian diformat ulang lagi dengan nama yang sama pada tahun 1981 oleh Benny Moerdani dan Japto Soelistyo Soerjosoemarno.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut