SOROT 432

Menertibkan Ormas

Salah seorang peserta aksi unjuk rasa massa dari Front Pembela Islam (FPI) di Mabes Polri beberapa waktu lalu.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

Lantas, benarkah itu cuma berkutat di soal perut. Tentu ini masih bisa diragukan. Sebab di era politis kekinian, ormas-ormas ini juga memiliki baju yang kental dengan politik. Meski ketika ditanya seluruhnya membantah berafiliasi dengan kepentingan politik. Namun benang merah itu kadang tak bisa ditutupi.

img_title ICATT Perkuat Sinergi Ormas Islam Sulsel, Dorong Aksi Nyata Umat

Muhamad Fauzan Rachman, pendiri sekaligus Ketua GMBI, ormas yang berdiri sejak tahun 2002 di Bandung, menyebutkan bahwa ormas ini lahir dari permasalahan yang ada di tingkat masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, ormas yang kini diklaim memiliki lebih dari 50 ribu anggota di Jawa Barat ini pun terlihat kerap menggelar demonstrasi untuk memprotes hal-hal yang dianggap mereka bertentangan.

img_title Prabowo Buka Puasa Bareng Tokoh Agama-Pimpinan Ormas Islam Besok

Meski begitu, nuansa politik akhirnya tentu tak bisa lepas dari GMBI. Terbukti pada tahun 2014, GMBI mendeklarasikan diri mendukung Presiden Joko Widodo, dan  Rachman juga pernah menjadi caleg DPRD dari PDIP.

Namun demikian, berdasarkan pengakuan Rachman, GMBI memastikan diri tidak pernah menerima bantuan pendanaan apapun dari pemerintah atau penguasa. Ia mengklaim bahwa operasional organisasinya adalah murni dari usaha anggota mereka.

img_title Prabowo Bicara soal RI Gabung Board of Peace di Depan Pimpinan Ormas Islam

"Boleh dicek, semua usaha sendiri. Kita mengajarkan untuk menjadi enterpreneur sejak 2009. Seperti Bekasi, mereka join usaha limbah pabrik. Semua daerah itu ada," kata Rachman.

Novel Bamukmin, Sekretaris Dewan Syuro DPD FPI DKI Jakarta, juga membantah keras bahwa FPI lahir untuk kepentingan politik. Ormas keagamaan yang lahir pada 17 Agustus 1998 ini, diklaim ada sebagai bentuk protes atas banyak kasus kriminalisasi sejumlah ulama oleh penguasa saat itu.

Hanya saja, terkait pendanaan diakui Novel, pihaknya menerima dana dari siapapun dengan catatan hal itu adalah bantuan sukarela dan tidak bisa mengikat FPI dengan dalih apa pun.

"Sumbangan boleh dari siapa saja, tapi kalau pun ada sekali lagi tidak ada sumbangan mengikat disitu. Sumbangan sapi dari gereja Bethel aja kita terima, artinya dari non muslim pun yang ingin menyumbang kita persilakan juga," kata Novel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sapu Bersih Ormas

Tahun ini, seiring dengan kondisi politik yang berkembang di Indonesia, pemerintahan era Presiden Joko Widodo kembali mengembuskan wacana untuk menertibkan ormas yang ada di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut