- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
Sosiolog Universitas Nasional Nia Elviana berpendapat, dari kacamatanya bahwa mayoritas ormas di Indonesia ini masih secara spontanitas atau belum mandiri secara utuh. Basis utama mereka adalah kesukarelaan.
"Ini kan organisasi sukarela, yang misi utamanya adalah memperjuangkan kepentingan anggotanya supaya diakomodir pemerintah," kata Elviana.
Atas itu, ia menilai bahwa belum ada kemendesakan bagi pemerintah untuk melakukan sapu bersih ormas-ormas yang ada di Indonesia. "Yang paling penting adalah bagaimana melakukan atau melaksanakan UU Ormas terutama mengenai pemberdayaan ormasnya," kata Elvian.
Apalagi, kata Elviana, ia mencurigai ada kecenderungan pemerintah kini justru tidak memiliki data tetap tentang ormas yang ada di Indonesia. Terutama tentang dasar mereka mendirikan sebuah ormas.
Apakah itu bertentangan dengan Pancasila, mengancam keamanan, atau yang lainnya seperti ormas yang justru bergerak dalam bidang pelayanan terhadap masyarakat. "Misalnya ormas yang bergerak dalam bidang pengembangan masyarakat petani dan nelayan, yang kadang malah luput dari concern kita," kata dia menutup percakapan. (ren)
Baca juga: