SOROT 436

Boleh Salah, Dilarang Bohong

Petugas sedang melakukan proses rekapitulasi suara usai pencoblosan di Pilkada DKI 2017, Rabu, 15 Februari 2017
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

Misalnya DKI 400 TPS. Dihitung margin of error-nya, kira-kira rata-rata 400 TPS ada berapa populasi dengan total pemilih DKI yang tujuh juta lebih itu dihitung secara statistik. Nah, dari situ ditentukan margin of error-nya kurang lebih satu persen. 

img_title 100 Hari: Publik Lebih Puas Terhadap Jokowi Dibanding Ma'ruf Amin

“Setelah itu kami lakukan training terhadap surveyor yang nanti akan ditugaskan ke TPS, bagaimana cara mereka melaporkan perolehan suara dari TPS ke pusat tabulasi data," tuturnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Surveyor akan mengirimkan datanya lewat SMS, nanti akan dijadikan grafis. Secara otomatis, akan ketahuan berapa perolehan suara di pilkada.

img_title Konsisten Jaga Integritas, Poltracking Raih Perusahaan Terpercaya 2019

Murah dan Mudah
Alfarabi mengatakan, quick count problemnya lebih kecil dibanding survei. Karena, quick count hanya datang untuk mengambil data, tidak melakukan wawancara. 

Sementara itu, kalau survei harus melakukan wawancara terhadap pemilih. “Kadang kami sulit menjumpai responden yang harus diwawancara. Kalau quick count lebih pasti kan. Tinggal cari TPS, kemudian mereka datang dan mengambil data. Lebih sulit survei dan lebih mudah quick count,” ujarnya.

img_title Hasil Pemilu Australia, Kesimpulan Lembaga Survei Utama Meleset

Pendapat senada disampaikan Wibowo. Menurut dia, tak ada kendala yang berarti saat menggelar quick count

“Mudah, kami kan sudah dapat data resmi dari KPUD terkait seluruh TPS yang ada. Kemudian, diacak dengan metode yang kami pakai. Nah, nanti sampel akan diambil di TPS-TPS itu yang akan didatangi oleh para surveyor,” ujarnya.

Rekapitulasi Suara, Tahapan Berikutnya Pilkada Serentak 2017

Petugas KPPS melakukan penghitungan perolehan suara Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 di TPS 09 Kelurahan Kebon Manggis, Jakarta, Rabu, 15 Februari 2017. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Pengambilan sampel untuk quick count juga relatif tak ada masalah. Karena, sampel yang diambil dan dilaporkan mewakili data resmi di masing-masing TPS, sehingga biasnya relatif tidak ada. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait anggaran, Wibowo mengatakan, tergantung luas wilayah, jumlah penduduk dan faktor lainnya. Tapi menurut dia, budget untuk gelar quick count relatif sama untuk semua lembaga survei. Sebab, mereka menanggung budget operasional surveyor dan transportasinya. 

Semakin daerahnya mudah diakses, maka semakin murah. Tapi, untuk daerah yang topografi wilayahnya susah dijangkau, anggarannya akan membengkak untuk biaya transportasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut