SOROT 446

Wayang Orang yang Melegenda

Salah satu agedang pagelaran wayang orang di Gedung Kesenian Jakarta.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Nurcholis Anhari Lubis

Meski demikian, para pemain wayang orang Sriwedari tetap menjalani perannya dengan profesional. Mereka menyadari, ada sesuatu yang lebih dari sekadar nilai finansial yang membuat mereka terikat. 

img_title Upaya Jadikan Wayang Dikenal Milenial, Bukan Cuma untuk Nostalgia

Bagi Suparmin, Eddy, Enny, Kondang, dan Dhestian, melakoni peran mereka dalam pewayangan bukan sekadar peran kosmetik. “Wewayangane ngaurip,” begitulah mereka menjalaninya, melakoni peran itu adalah menjalani kehidupan mereka sendiri. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mereka ingin mengingatkan, wayang adalah refleksi kehidupan manusia, sejak dari dalam kandungan, lahir, tumbuh besar, hingga kematian, termasuk pertikaian, permusuhan, cinta kasih, perdamaian, tokoh jahat dan tokoh baik, itu semua adalah kehidupan, dan itu semua tergambar dalam pewayangan.
  
Para pelakon sepakat, wayang orang bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Pemain, kondisi sosial, dan bahasa yang digunakan mungkin bisa berubah, namun nilai-nilai kebaikan, budi pekerti, dan filosofi menjalani hidup yang tersimpan dalam cerita tak boleh luntur. Dan sejatinya, nilai-nilai itulah yang perlu terus diwariskan. (art)

img_title Pernik-pernik Wayang Orang
Pagelaran Wayang Orang Pandowo Boyong

Penampilan Kapolri, Panglima dan 3 Kepala Staf TNI Jadi Wayang Orang

Kapolri dan Panglima tampil jadi wayang uwong dengan tema Pandawa Boyong di Taman Ismail Marzuki pada Minggu 15 Januari 2023 malam. Begini penampilan mereka.

img_title
VIVA.co.id
16 Januari 2023
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut