- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Untuk transportasi laut, juga disiapkan 1278 kapal yang 75 kapal diantaranya masih dalam perbaikan. Total kapasitas penumpang yang disiapkan mencapai 3,4 juta. Menurut Dirjen Perhubungan Laut, Tonny Budiono mengatakan dalam persiapan arus mudik tahun ini juga seperti biasanya melakukan pengecekan di setiap pelabuhan.
Sementara, untuk sektor udara, Dirjen Hubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso mengatakan disiapkan 532 armada pesawat yang digunakan untuk mengangkut pemudik. Ratusan armada ini menyediakan 5,7 juta seat penumpang. "Iya, itu total kapasitas seat yang disediakan," kata Agus kepada VIVA.co.id, Rabu, 14 Juni 2017.
Terkait armada kereta api, selaku operator PT KAI menyatakan pihaknya menyiapkan 453 lokomotif dengan 1.664 kereta api. Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Agus Komarudin mengatakan jumlah seluruh armada kereta ini untuk Jawa dan Sumatera.
Agus mengatakan untuk jumlah perjalanan secara reguler mencapai 333 reguler kerata api. "Untuk kereta api tambahan ada 46. Itu untuk H minus dan H plus," tuturnya.
Selanjutnya, antisipasi infrastruktur daerah
Antisipasi Infrastruktur DaerahÂ
Masalah infrastruktur terutama jalan di daerah tetap harus jadi perhatian dalam Lebaran tahun ini. Untuk Jawa Timur, beberapa ruas jalan masih terus dilakukan perbaikan di beberapa titik jajan berlubang. Namun, perbaikan ini hampir rampung dan tinggal masalah jalan bergelombang seperti jalur saradan di Madiun.
Jalur Sadaran ini dikenal kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran. Jalur kawasan hutan jati ini juga sempit dengan dilewati berbagai kendaraan darat seperti bus sampai truk. Apalagi di jalur ini juga terdapat perlintasan kereta api.
Perbaikan jalan juga terus dilakukan di daerah Jawa Tengah. Pembuatan tanggul dan pengerukan badan sungai dikerjakan di sepanjang lebih dari 1 kilometer di sepanjang ruas Jalan Kaligawe. Arus jalan ini setiap Lebaran Idul Fitri menjadi andalan pemudik yang melintas jalur Pantura.
Proses perbaikan dengan pembuatan pondasi tanggul setinggi  90 centimeter. Pondasi-pondasi dari lempengan baja dan kayu dipasang pada dua sisi tanggul. Kemudian, untuk memperkuat juga dilakukan pengecoran semen untuk memperkuat tebing tanggul.
Begitu pun di Jawa Barat seperti daerah Garut yang terus berbagai persiapan perbaikan jalan. Selain rekayasa lalu lintas, pembenahan infrastruktur agar pemudik nyaman menjadi prioritas.