- ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Menteri BUMN, Rini Soemarno menjelaskan, peningkatan pelayanan kementeriannya akan program ini merupakan salah satu instruksi Presiden Joko Widodo. Kegiatan ini ditekankan tetap menjadi budaya yang harus ditingkatkan terus kualitasnya.Â
"Ini kalau bisa, mudik gratis betul-betul suatu budaya yang selalu menjadi puncak kalau hari raya. Jadi bagaimana BUMN maupun yang lainnya, diminta harapannya untuk membantu mereka yang ingin mudik," kata Rini, Selasa 13 Juni 2017.Â
Rini optimistis dengan sinergi yang dilakukan BUMN, misi tersebut bisa terwujud. Tujuan utamanya untuk menekan angka kecelakaan.Â
"Jadi, pada tahun ini BUMN betul-betul bersinergi bersama-sama," ungkapnya.Â
Senada dengan Rini, Direktur Utama BRI, Suprajarto pun menegaskan. BRI berkomitmen untuk terus menjalankan tradisi gelaran mudik gratis ini. Apalagi bagi BRI, program ini bukanlah hal yang baru dilakukan.Â
"Kami sudah tradisi ya, sudah hampir sepuluh tahun lebih kami (gelar) mudik gratis," ungkapnya.Â
Selanjutnya, Syarat Unik
Syarat Unik
Untuk menarik minat para calon peserta mudik bareng, berbagai program ditawarkan oleh penyelenggara. Mulai dari tanpa biaya, bingkisan Lebaran hingga uang saku bagi para peserta.Â
Namun, beberapa penyelenggara juga menetapkan syarat dan ketentuan yang unik agar masyarakat bisa mengikuti program mudik gratis tersebut. Salah satunya apa yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).Â
Kasubdit Komunikasi, Informasi, dan Edukasi BKKBN, Firdaus mengungkapkan, peserta mudik bareng yang digelarnya haruslah peserta Keluarga Berencana. Atau masyarakat yang mempunyai anak tidak lebih dari dua orang dan terdaftar di klinik setempat.
"Harus ada buktinya, karena kami minta surat atau kartu KB dan itu dikeluarkan oleh klinik setempat bahwa dia adalah peserta KB," ujarnya kepada VIVA.co.id.Â
Kenapa peserta KB? Menurutnya, mudik gratis yang digelar merupakan salah satu apresiasi institusinya kepada peserta KB dan keluarga prasejahtera yang mengalami kesulitan keuangan.Â
"Kami melihat masih banyak masyarakat, khususnya peserta KB yang masih cukup kesulitan untuk mudik, jadi kami bantu fasilitasi," tuturnya.Â
![]()
Warga mendaftarkan diri untuk mengikuti program mudik dan balik gratis 2017 di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 5 Juni 2017. (ANTARA FOTO/Moch Asim)