- VIVA.co.id/Dhana Kencana
Sementara siswanya yang memainkan alat tersebut di kelasnya pun tak lebih dari lima orang. Dan mereka tidak mengganggu dan tahu kapan harus menyimpan atau memainkannya. Karena itu, hingga kini belum ada kebijakan pelarangan main fidget spinner di sekolah tersebut. Kendati demikian, sekolah juga berperan mengontrol agar anak tidak keasyikan main fidget spinner saat belajar di kelas.
"Kalau mainnya sudah mengganggu atau bisa membuat mereka bermasalah di kelas, mau enggak mau harus diberlakukan (pelarangan main fidget spinner) ke semua anak, supaya nanti enggak ada yang sirik-sirikan," ujarnya.
Jika di SMAK 6 Penabur siswa belum dilarang main fidget spinner selama tidak menggangu, berbeda dengan siswa di SMAN 1 Jakarta yang dilarang membawa mainan, termasuk fidget spinner. Otomatis hal itu membuat tak ada siswa yang berani membawa atau memainkannya di lingkungan sekolah.
"Tidak ada yang membawa hal-hal seperti itu ke sekolah. Yang dibawa ke sekolah sesuai dengan kegiatan ekstrakurikuler, misal musik boleh bawa gitar atau biola dan olahraga bisa bawa bola basket," ucap Kepala Sekolah SMAN 1 Jakarta, Mas Ayu Yulianta.
Menurutnya, aturan itu sudah ada dalam tata tertib (tatib) sekolah yang dituangkan dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Hal itu sudah disampaikan dan disosialisasikan kepada orangtua siswa di awal penerimaan siswa. Di samping itu, orangtua juga sudah menandatangani pernyataan bahwa anak mereka akan mengikuti aturan dan tatib yang berlaku di sekolah tersebut.
Sementara di Amerika, beberapa sekolah di Kansas dan Illinois sudah melarang mainan ini dibawa ke sekolah. Alasannya, fidget spinner mengganggu konsentrasi belajar siswa.
Selanjutnya...Timbulkan Efek Samping
Timbulkan Efek Samping
Mengenai potensi mengganggu konsentrasi, psikolog Ayoe Sutomo menuturkan bahwa hal itu belum terbukti benar. Menurutnya, dampak fidget spinner tak sama dengan bermain gadget atau game daring yang bisa menganggu konsentrasi lantaran stimulasinya jauh lebih sedikit dibanding gadget, yang melakukan stimulasi hampir memakai semua sensor indra.
"Kalau fidget spinner sejauh ini hanya perabaan dan koordinasi visual dan motorik saja yang terpakai. Dia masih menerima stimulus lain," ucapnya.