SOROT 466

Sengsara Berujung Nyawa

Henny Silalahi, Ibunda bayi Debora yang meninggal dunia karena tidak dirawat di ruang PICU oleh RS Mitra Keluarga lantaran orangtuanya tidak bisa memenuhi uang muka perawatan.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rifki Arsilan

Tim investigasi terdiri dari 19 orang, ditambah dengan dua orang tim ahli. Tim investigasi ini terdiri dari dua kelompok. Pertama, tim yang fokus terhadap kesehatan diketuai oleh ketua IDI. Kedua, tim yang dibawahi dinas kesehatan untuk fokus pada aspek administrasi.

img_title Polisi Koordinasi dengan Dinkes Soal Nasib RS Mitra Keluarga

Untuk tahapan sanksi, mulai dari sanksi teguran lisan, tertulis sampai dicabut izin. Adapun pencabutan izin dapat dilakukan apabila terbukti melakukan pelanggaran. "Jadi kalau ditemukan kami akan cabut izinnya, tentunya sesuai investigasi medik," kata Maria.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bukan hanya pemerintah daerah yang menginvestigasi kasus ini. Polda Metro Jaya pun menyelidiki kematian Debora. Kepolisian masih mendalami apakah ada unsur pidana dalam kasus meninggalnya Debora.

img_title Daftar Kesalahan RS Mitra Keluarga di Kematian Bayi Debora

"Kami melihatnya berdasarkan hasil laporan dari kepolisian, ada informasi yang beredar dari masyarakat kemudian rumah sakit tidak memberikan layanan kepada pihak korban," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan.

Suasana di RS Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat.

img_title Jika Tak Penuhi Syarat, RS Mitra Keluarga Terancam Ditutup

Humas RS Mitra Keluarga Kalideres mengklaim, tindakan medis yang dilakukan tim medis di RS Mitra Keluarga Kalideres sudah sesuai prosedur.

Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres Jakarta Barat mengaku siap menghadapi penyelidikan dari kepolisian dan instansi terkait. Pihak rumah sakit juga akan bersikap kooperatif. "Apabila memang itu (penyelidikan) terjadi dan itu diperlukan, yang pasti kami akan mengikuti prosedur hukum yang berlaku," kata Humas RS Mitra Keluarga Kalideres, Nendya Libriyani, saat konferensi pers di RS Mitra Keluarga Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 11 September 2017.

Pihak rumah sakit pun menyampaikan permohonan maaf kepada orangtua Debora atas meninggalnya bayi mereka. Nendya mengklaim, tindakan medis yang dilakukan tim medis di RS Mitra Keluarga Kalideres sudah sesuai prosedur dan tidak ada perbedaan dengan pasien lainnya. "Kami telah melakukan tindakan medis yang optimal untuk menyelamatkan nyawa. Tidak dibedakan," ujarnya.

Selanjutnya, Gunung Es.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gunung Es

Kasus seperti yang dialami bayi Debora disinyalir bukan yang pertama terjadi. Dinas Kesehatan DKI mencatat, beberapa waktu lalu ada kasus warga yang kesulitan mendapatkan rumah sakit untuk berobat. Namun, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta  Koesmedi Priharto tak merinci kejadian itu. 
Bahkan, Komnas HAM menyebutkan, kasus seperti Debora merupakan gejala gunung es.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut