SOROT 470

Non Tunai Siapa Untung

Seorang pengemudi mobil pengguna jalan tol bertransaksi menggunakan kartu elektronik non tunai ketika akan keluar dari tol Belmera Amplas Medan, Sumatera Utara
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Menteri Keuangan m Chatib Basri.

img_title Rosan Berharap Danantara Housing Expo 2026 Bisa Perluas Akses Masyarakat untuk Punya Rumah

Gubenur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kiri) dan Menteri Keuangan Chatib Basri (kanan) saat peluncuran uang NKRI pecahan Rp 100 ribu yang baru di Jakarta, pada 18 September 2014. (VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri, mengatakan, pada dasarnya upaya menerapkan GNNT di Indonesia memiliki tujuan yang sangat baik, yaitu agar transaksi lebih efisien, transparan, dan mencegah korupsi.

img_title Usai Kerusuhan di Senayan, Polisi Pastikan Aktivitas Warga Tetap Jalan dan Minta Tak Terprovokasi

Pembayaran secara non tunai, lanjut dia, juga dapat membantu upaya perbaikan di sistem kepemerintahan. Sebab, upaya perbaikan di governance hanya bisa dilakukan jika sistem pembayaran ke depan itu lebih banyak memanfaatkan yang sifatnya non tunai atau e-base atau yang berbentuk elektronik.

Namun, ide bagus tersebut tentunya perlu dilakukan dengan melihat kesiapan masyarakat dan implementasinya harus dilakukan secara bertahap, karena dapat memengaruhi kondisi ekonomi nasional.

img_title TNI-Polri hingga Masyarakat Diminta Kawal Ketat Demo 27 Agustus untuk Cegah Penyusup

"Ini ide yang sangat bagus, tapi implementasinya harus bertahap. India mencoba menerapkan ini secara radikal, akibatnya pertumbuhan ekonomi mereka drop dari 7 persen menjadi 5,6 persen," tuturnya kepada VIVA.co.id.

Anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI, Johnny G. Plate, mengatakan penerapan GNNT di Tanah Air secara langsung memang memperlancar transaksi di merchant-merchant.

Namun, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian Bank Indonesia dan pemerintah ke depan agar GNNT ini berjalan efektif, yaitu tidak menambah beban biaya tambahan bagi user atau nasabah. Khususnya nasabah mikro, kecil, dan menengah.

Selanjutnya, Non Tunai untuk Bidang Jasa

Non Tunai untuk Bidang Jasa

Penerapan GNNT di Indonesia sebenarnya sudah mulai berkembang di sejumlah korporasi. Tidak hanya jasa transportasi melainkan jasa kuliner, retribusi parkir hingga penyaluran bantuan sosial secara non tunai kepada penerima.

Wakil Direktur Utama Bidang Komunikasi PT Kereta Commmuter Indonesia (KCI), Eva Chairunisa, mengatakan, jasa KRL Jabodetabek telah menerapkan non tunai atau e-ticketing sejak 2013, sebelum pencanangan GNNT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah tersebut, dilakukan perseroan dengan melakukan sterilisasi stasiun dan meningkatkan kapasitas angkut yang tidak mungkin lagi dilayani secara manual, sehingga semuanya harus menggunakan sistem.

Selain itu, lanjut Eva, penerapan non tunai diakui sangat menguntungkan perseroan, sebab secara pendataan menjadi lebih membantu dan sejumlah risiko seperti complain kurangnya kembalian bisa segera diminimalisasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut