- ANTARA FOTO/Septianda Perdana
Assistant Vice President Corporate Communication PT Jasa Marga, Tbk, Dwimawan Heru Santoso, mengatakan, dalam penerapkan 100 persen non tunai di jalan tol, pengelola jalan tol itu membagi dua periode perubahan metode pembayaran transaksi yang dimulai sejak September hingga akhir Oktober 2017.
Yang pertama dilakukan pada 17 dan 24 September 2017. Periode kedua pada 5-30 Oktober 2017. Adapun uang elektronik yang digunakan adalah e-mOney (Bank Mandiri), Brizzi (BRI), serta TapCash (BNI).
Selain itu, Heru melanjutkan, Jasa Marga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk bersiap melakukan perubahan transaksi di jalan tol. Hingga 9 Oktober 2017, pengguna non tunai sudah mencapai 79 persen atau meningkat cukup tajam dibandingkan akhir tahun lalu yang hanya 25 persen. [Baca juga: Lima Detik Menyulut Pelik]
"Dari sisi kesiapan sudah sangat siap, sosialisasi juga cukup bagus. Buktinya sekarang sudah 79 persen per 9 Oktober (pengguna e-money Jasa Marga), itu luar biasa, dan kami punya waktu dua minggu. Responsnya cukup baik," tutur Heru kepada VIVA.co.id.
Ia menuturkan, selain aspek infrastruktur, perseroan bersama perbankan juga terus mendorong kesiapan masyarakat beralih ke non tunai, yaitu menyediakan kartu non tunai dari 21 persen warga yang belum memiliki. Â Â
Adapun bentuk penyediaan kartu tersebut dilakukan dengan memberikan diskon sebesar 100 persen untuk pembelian uang elektronik baru. Diskon tersebut, bukan berarti masyarakat tidak mengeluarkan uang sepeser pun.
Pembelian tetap dilakukan, namun saldo yang akan diterima masyarakat akan sesuai dengan nominal yang dikeluarkan untuk pembelian satu uang elektronik. Program itu akan dilakukan pada 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk, Hari Siaga, mengatakan, untuk mendukung implementasi 100 persen elektronifikasi jalan tol, perseroan telah menyiapkan Brizzi di 26 ruas tol yang terdiri atas 283 gerbang tol di seluruh Indonesia.
Selain itu, BRI, lanjut Hari, melakukan penjualan Brizzi langsung ke konsumen di gerbang-gerbang tol. Penjualan dilakukan pada 97 titik gerbang tol, sejak 14 Agustus hingga 7 Oktober 2017 dan menyediakan 1,5 juta kartu.
Heru menambahkan, sejumlah langkah yang sedang dikerjakan perseroan tentunya adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan, percepatan transaksi di gerbang tol dan tentunya mendukung Gerakan Nasional Non Tunai.